"In This Economy", Warga Jepang Kian Hemat, Pariwisata Domestik Tersendat
GH News February 25, 2026 03:09 PM
Jakarta -

Warga Jepang makin menahan belanja di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Fenomena itu disebut membuat pemulihan pariwisata domestik berjalan lebih lambat dari perkiraan.

Melansir , Rabu (25/2/2026) data terbaru dari Badan Pariwisata Jepang mencatat jumlah perjalanan wisata domestik pada 2025 mencapai 553,6 juta. Angka itu naik 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan itu melambat tajam dibandingkan kenaikan 8,5% yang tercatat pada 2024.

Sebelum pandemi Covid-19, perjalanan domestik di Jepang stabil di kisaran 600 juta per tahun. Ketika status darurat diberlakukan pada 2020, jumlahnya anjlok hingga di bawah 300 juta.

Setelah pembatasan dicabut dan aktivitas kembali normal, angka perjalanan sempat pulih. Pada 2022, jumlahnya tercatat mencapai 55,8% dari level sebelum pandemi.

Meski demikian, tren pemulihan tidak berlanjut dengan kecepatan yang sama. Agen perjalanan besar JTB Corp., memproyeksikan jumlah wisatawan domestik akan turun 2,2% pada 2026.

Survei yang dilakukan JTB menunjukkan 33,5% responden menyatakan tidak akan melakukan perjalanan domestik karena tidak mampu secara finansial. Persentase ini menjadi yang terbesar. Sebanyak 29,6% responden lainnya menyebut biaya perjalanan yang terlalu tinggi sebagai alasan utama.

Di sisi lain, Badan Pariwisata Jepang melaporkan total pengeluaran wisatawan domestik justru meningkat 6,4% pada 2025 dan mencetak rekor tertinggi. Rata-rata pengeluaran per perjalanan juga berada di level tertinggi.

Kepala Badan Pariwisata Jepang, Shigeki Murata, mengatakan kondisi tersebut mencerminkan inflasi yang meluas. Kenaikan harga membuat biaya perjalanan meningkat, sehingga total belanja tetap naik meski jumlah perjalanan tumbuh melambat.

Saat permintaan dari wisatawan mancanegara masih kuat, industri pariwisata domestik Jepang kini menghadapi tantangan untuk menghadirkan produk perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli masyarakatnya sendiri.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.