Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Semua Orang Main Domino” (SOMD) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat citra domino sebagai olahraga prestasi yang terstruktur dan profesional.

Ketua Harian PB ORADO Giri Bayu Kusumah mengatakan kampanye tersebut merupakan gerakan inklusif yang menyasar seluruh lapisan masyarakat agar mengenal domino sebagai cabang olahraga dengan sistem pembinaan, regulasi resmi, dan jenjang kompetisi yang jelas dari daerah hingga nasional.

“Melalui kampanye ‘Semua Orang Main Domino’, kami ingin menegaskan bahwa domino adalah olahraga yang bisa diikuti siapa saja, tanpa memandang latar belakang, namun tetap dalam konteks olahraga yang beretika dan sesuai aturan organisasi,” kata Giri Bayu dikutip dari keterangan tertulis, Rabu.

Ia menjelaskan, SOMD tidak sekadar mengajak masyarakat bermain, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperluas pembinaan atlet di 38 provinsi.

PB ORADO saat ini terus memperkuat kepengurusan daerah, menyelenggarakan kejuaraan berjenjang, serta mendorong pembentukan klub resmi sebagai wadah pembinaan.

Menurut dia, efektivitas kampanye mulai terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berbagai turnamen dan kegiatan sosialisasi yang digelar di sejumlah daerah, terutama dari kalangan generasi muda.

“Kami melihat adanya peningkatan antusiasme komunitas. Ini menjadi indikator awal bahwa kampanye berjalan positif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Humas PB ORADO Henry Kurnia Adhi mengatakan SOMD juga menjadi bagian dari strategi komunikasi organisasi untuk mengubah persepsi publik terhadap domino.

“Masih ada stigma negatif terhadap permainan domino. Melalui kampanye ini, kami ingin mengedukasi bahwa domino adalah olahraga strategi yang menuntut konsentrasi, sportivitas, dan kecerdasan taktik,” kata Henry.

Ia menambahkan, PB ORADO memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial, publikasi kegiatan, serta kolaborasi dengan komunitas untuk memperluas jangkauan kampanye.

Menurut Henry, keberhasilan program tidak hanya diukur dari eksposur publikasi, tetapi juga dari peningkatan jumlah atlet terdaftar, terbentuknya kepengurusan daerah baru, serta bertambahnya kejuaraan resmi yang diselenggarakan.