TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal (KPw BI Tegal) membuka 61 titik layanan penukaran uang pecahan baru bagi masyarakat di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi berbasis web PINTAR sebelum datang ke lokasi penukaran.
Kepala KPw BI Tegal, Bimala, mengatakan bahwa kebijakan pemesanan secara daring tersebut diterapkan guna meningkatkan ketertiban layanan, sekaligus menghindari antrean panjang yang kerap terjadi menjelang Lebaran.
"Melalui sistem PINTAR, masyarakat dapat menentukan jadwal dan lokasi penukaran sesuai kuota yang tersedia, sehingga pelayanan menjadi lebih pasti, tertib, dan nyaman," ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan platform digital tersebut juga bertujuan untuk memastikan distribusi uang layak edar (ULE) dapat menjangkau masyarakat secara merata di seluruh wilayah kerja BI Tegal yang meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, hingga Kabupaten Batang.
"Untuk memenuhi kebutuhan uang kartal selama periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini, BI Tegal menyiapkan dana sebesar Rp5,3 triliun atau meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya."
"Peningkatan tersebut seiring dengan proyeksi, naiknya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri," ucapnya.
Baca juga: 500 Ton Sampah per Hari, Kabupaten Pekalongan Dukung Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Selain membuka layanan di kantor perbankan dan titik penukaran tetap, BI Tegal juga mengoperasikan mobil kas keliling guna menjangkau masyarakat di berbagai lokasi.
Informasi terkait jadwal dan lokasi layanan kas keliling dapat diakses melalui media sosial resmi BI Tegal.
Bimala menambahkan, tradisi membagikan uang pecahan baru kepada keluarga dan kerabat saat Lebaran telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia.
"Kami berkomitmen untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh uang layak edar dengan mudah, aman, dan resmi," tambahnya.
Ia juga mengimbau, masyarakat agar melakukan penukaran uang hanya di tempat resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu maupun praktik percaloan.
Dengan sistem pemesanan melalui PINTAR yang terintegrasi langsung dengan sistem Bank Indonesia, proses penukaran dipastikan lebih aman dan transparan.
"Layanan penukaran uang dalam program SERAMBI 2026 berlangsung mulai 19 Februari hingga 15 Maret 2026 di seluruh titik yang telah ditentukan."
"Melalui langkah ini, Kami berharap proses penukaran uang menjelang Lebaran dapat berjalan lebih tertib serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri," imbuhnya. (Dro)