TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Kebakaran hebat melanda kandang ayam petelur di Dusun 4, Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (25/2/2026) dini hari.
Bangunan kandang berkapasitas sekitar 30 ribu ekor bibit ayam tersebut dilaporkan terbakar hingga 95 persen.
Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp 900 juta.
Kebakaran terjadi di kandang ayam milik Muslihun (48), warga Desa Tanjunganom, Kabupaten Banjarnegara, yang berlokasi di Dusun 4, Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purbalingga, Raditya Widayaka, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 00.55 WIB.
"Kami menerima laporan dari warga pada pukul 00.55 WIB.
Petugas kemudian langsung bergerak ke lokasi dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 01.13 WIB," kata Raditya dalam laporannya, Rabu.
Baca juga: 500 Ton Sampah per Hari, Kabupaten Pekalongan Dukung Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Menurutnya, api pertama kali diketahui sekitar pukul 00.15 WIB saat penjaga kandang melihat kobaran api sudah membesar dan membakar sebagian bangunan kandang beserta isinya.
Melihat kondisi tersebut, warga segera menghubungi Pos Pemadam Kebakaran Purbalingga untuk meminta bantuan pemadaman.
"Berdasarkan keterangan penjaga kandang, saat diketahui api sudah dalam kondisi membesar sehingga warga langsung melapor ke Damkar," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu percikan api dari alat pemanas ayam yang menyambar material mudah terbakar di sekitar kandang.
"Penyebab sementara diduga berasal dari percikan api pemanas ayam yang menyambar sekam serta lantai dasar kandang yang terbuat dari bambu," jelas Raditya.
Kandang ayam yang terbakar diketahui memiliki kapasitas sekitar 30 ribu ekor bibit ayam petelur dengan ukuran bangunan sekitar 8 x 100 meter.
Akibat kebakaran tersebut, sekitar 95 persen bangunan kandang dilaporkan hangus terbakar.
"Kandang ayam pembibitan berkapasitas sekitar 30 ribu ekor dengan luas bangunan 8 kali 100 meter terbakar sekitar 95 persen.
Kemungkinan besar bibit ayam yang berada di dalam kandang juga ikut terpanggang," terangnya.
Raditya menyebut, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
"Untuk korban jiwa nihil dan tidak ada korban luka.
Kerugian materi diperkirakan kurang lebih Rp 900 juta," tegasnya.
Dalam proses pemadaman, petugas dari Pos Damkar Purbalingga dibantu sejumlah unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Purbalingga, unsur TNI, pemerintah desa setempat, relawan, serta warga sekitar.
Bantuan juga datang dari tim Pemadam Kebakaran Banjarnegara Pos Purwonegoro.
Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 04.00 WIB sebelum api akhirnya berhasil dikendalikan. (jti)