Viral Aniaya Pegawai SPBU, Pria Ngaku Polisi Ternyata Positif Sabu dan Ganja
M Zulkodri February 25, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Kasus penganiayaan terhadap tiga pegawai SPBU di Jakarta Timur yang sempat viral akhirnya menemukan titik terang.

Pria berinisial JM (31), yang sebelumnya mengaku sebagai anggota polisi, dipastikan bukan aparat penegak hukum.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Alfian Nurrizal, menegaskan bahwa pelaku hanyalah seorang pekerja rental.

“Pelaku berinisial JM (31) dipastikan bukan anggota Polri,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Rabu (25/2/2026).

Positif Narkoba

Kecurigaan penyidik muncul karena keterangan pelaku berubah-ubah saat diperiksa.

Setelah dilakukan tes urine, JM dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja.

Dari pengakuannya, ia menggunakan sabu beberapa hari sebelum kejadian saat berada di Bali dan juga mengonsumsi ganja di lokasi yang sama.

Saat ini pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum di Polres Metro Jakarta Timur.

Gunakan Pelat Nomor Palsu

Fakta lain yang terungkap, JM menggunakan pelat nomor kendaraan palsu untuk mengisi BBM subsidi jenis Pertalite.

Modus tersebut dilakukan agar bisa lolos verifikasi barcode di SPBU.

Padahal, rekaman video menunjukkan pelaku justru lebih dulu bertindak agresif.

Ia sempat berdalih memukul karena bajunya ditarik petugas, namun dalam video terlihat pelaku yang terlebih dahulu melakukan kekerasan.

Ditangkap di Bekasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, memastikan pelaku telah ditangkap di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Selasa (24/2/2026).

“Pelaku sudah diamankan dan dipastikan bukan anggota Polri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan.

Kronologi Aksi Brutal di SPBU

Peristiwa bermula ketika pelaku datang sebagai penumpang mobil mewah untuk mengisi Pertalite pada Minggu (22/2/2026) malam. Namun proses pengisian ditolak karena data barcode tidak sesuai dengan kendaraan.

"Mobil yang ada di (data) Barcode untuk pelat nomor kayak jenis Kijang. Sementara mobil yang saat kejadian semacam Alphard," kata korban Lukman Hakim.

Penolakan itu memicu emosi pelaku. Ia bahkan menyebut kendaraan tersebut milik jenderal sambil mengintimidasi petugas.

"Dia bilangnya 'Kamu tahu nggak ini barcode-nya Jenderal? Kamu nggak tahu ini barcode Jenderal? Barcode Jendral, Barcode Kapolda. Dia bilang kayak begitu berulang kali," ujarnya.

Tak lama kemudian, pelaku memukul Lukman di rahang, menampar Khairul Anam, dan memukul Abud Mahbudin hingga giginya patah.

Korban Sempat Dikejar

Situasi sempat mencekam ketika pelaku mengejar Lukman yang mencoba menyelamatkan diri ke arah mes pegawai.

"Kalau saya (dipukul) di bagian rahang. Bang Abud yang pas kejadian mau merelai paling parah, dia dipukul sampai gigi depannya patah. Jadi dia (pelaku) itu membabi buta," tuturnya.

Aksi baru berhenti setelah korban berlari ke arah Polsek Pulogadung untuk meminta bantuan petugas.

Proses Hukum Berlanjut

Ketiga korban telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Saat ini JM ditahan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi menegaskan kasus ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku sekaligus meluruskan isu yang sempat beredar bahwa pelaku merupakan anggota kepolisian.

(Tribunjakarta.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.