TRIBUNJAMBI.COM - Profil Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) yang meninggal dunia pada hari ini, Rabu (25/2/2026).
Alex Noerdin meninggal dunia di usia 75 tahun.
Kabar meninggalnya Alex Noerdin dikonfirmasi juru bicara keluarga besar Alex Noerdin, Okta Alfarisi saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com.
"Iya benar (meninggal dunia)," ujarnya yang juga mengirim kabar duka Alex Noerdin.
Sebelum meninggal, Alex Noerdin menjalani perawatan di intensive care unit (ICU) rumah sakit di Jakarta.
Kabar kondisi Alex Noerdin yang memburuk beredar luas di sosial media sejak Minggu (22/2/2026) malam.
Ia dilaporkan sempat menjalani perawatan pasca operasi empedu di Rumah Sakit Siloam di Jakarta.
Baca juga: 42 Korban Loker Scam Dipulangkan, Situasi Penampungan di Kamboja Lengang
Baca juga: Terungkap di Sidang Korupsi DAK Fisik SMK di Jambi, Uang Sempat Masuk Rekening Tapera
Alex Noerdin lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 9 September 1950.
Alex memulai kariernya sebagai pegawai negeri sipil di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Selatan dan sempat menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang.
Setelah itu, karier politiknya mulai terlihat ketika ia terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba) pada tahun 2002.
Kemenangan ini menandai langkah pertama Alex dalam dunia politik lokal yang akan membawanya ke posisi yang lebih tinggi.
Pada periode kedua kepemimpinan sebagai Bupati Musi Banyuasin (2007-2012), Alex mulai dikenal lebih luas, dan ia pun mengikuti Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan pada 2008.
Ia berhasil terpilih sebagai Gubernur Sumsel dan menjabat hingga 2013.
Keberhasilan politik Alex semakin menguatkan posisinya sebagai figur penting di Sumsel.
Selama menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan selama dua periode (2008-2013 dan 2013-2018), Alex Noerdin dikenal sebagai pemimpin yang mendorong pembangunan besar-besaran di berbagai sektor.
Di bawah kepemimpinannya, Sumsel mengalami berbagai perubahan signifikan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga fasilitas olahraga.
Salah satu proyek besar yang dilakukan adalah pengembangan Trans Sumatera, termasuk pembangunan jalan tol yang menghubungkan berbagai kota besar di Sumatera.
Selain itu, Alex juga mendorong pembangunan LRT (Light Rail Transit) Palembang, yang merupakan transportasi massal pertama di luar Jawa.
Pembangunan ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi warga Palembang.
Kemudian Gubernur Sumsel Alex Noerdin meluncurkan program sekolah gratis pada tahun 2009.
Program-program yang dilakukan berobat gratis sangat membantu warga Sumsel dalam hidup kemiskinan.
Tidak hanya itu, Alex Noerdin juga dikenal dengan berbagai proyek pembangunan jalan, jembatan, dan arena olahraga untuk mendukung kegiatan internasional seperti SEA Games 2011 yang dilaksanakan di Palembang.
Namun, untuk merealisasikan berbagai pembangunan tersebut, Alex Noerdin mengandalkan banyak investor dan berupaya menarik investasi asing melalui event-event berskala nasional dan internasional.
Terjerat 3 kasus
Sebelum meninggal, Alex Noerdin terjerat 3 kasus berbeda.
Pada tahun 2022, ia terseret dua perkara sekaligus, yakni korupsi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya dan pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).
Terbaru, di tahun 2025, Alex Noerdin terjerat kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde Palembang yang menjadikannya tersangka. (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Terungkap di Sidang Korupsi DAK Fisik SMK di Jambi, Uang Sempat Masuk Rekening Tapera
Baca juga: Raup Rp700 Ribu per Hari, Andri Tak Malu Jualan Gorengan Meski Gen Z