Ketua KADIN Sambas Tolak Impor Pikap Asal India untuk KDMP
Try Juliansyah February 25, 2026 06:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Eko Setiawan merespon rencana pemerintah impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Rabu 25 Februari 2026.

Ketua KADIN Sambas Eko Setiawan Noval mengatakan, pihaknya mendukung sikap Kamar Dagang dan Industri Indonesia yang meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali kebijakan impor kendaraan secara utuh (completely built up/CBU) itu.

Eko Setiawan menilai, kebijakan pengadaan mobil pikap dalam jumlah besar seharusnya memberi prioritas kepada industri otomotif nasional yang dinilai masih memiliki kapasitas produksi memadai.

“Kalau industri dalam negeri mampu memproduksi kendaraan niaga sesuai kebutuhan spesifikasi program, maka sebaiknya pemerintah mengutamakan produk lokal," katanya.

"Ini bukan hanya soal kendaraan, tetapi juga soal keberpihakan terhadap tenaga kerja, industri komponen, dan perputaran ekonomi nasional,” imbuh Eko Setiawan.

Dia menjelaskan, apabila impor dilakukan dalam bentuk utuh dari produsen luar seperti Mahindra dan Mahindra dan Tata Motors, maka efek berganda (multiplier effect) terhadap industri nasional akan berkurang. 

Baca juga: Wabup Sambas Heroaldi Serahkan Hibah Rp 290 Juta untuk 5 Masjid di Jawai

"Padahal, penguatan sektor manufaktur menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ucapnya.

Dia juga menekankan, kebijakan pengadaan pemerintah harus sejalan dengan agenda hilirisasi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ia mendorong agar pemerintah membuka ruang dialog dengan pelaku industri otomotif nasional sebelum mengambil keputusan final.

“Program Koperasi Desa Merah Putih tentu bertujuan baik untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Namun pelaksanaannya juga harus memperhatikan dampak jangka panjang terhadap industri nasional,” ungkapnya.

Meski demikian, dia menyatakan KADIN Sambas menghormati keputusan pemerintah pusat. Dia berharap kebijakan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kepentingan ekonomi nasional secara menyeluruh, termasuk keberlangsungan usaha dan lapangan kerja di daerah. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.