Stand Takjil di Pasar Bawah Bengkulu Selatan Dibongkar, Seminggu Ramadan Tak Ada Pedagang
Hendrik Budiman February 25, 2026 07:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Tenda dan stand pedagang takjil yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Dinas Pariwisata bersama Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Pantai Pasar Bawah resmi dibongkar.

Pembongkaran dilakukan karena hingga satu minggu Ramadan, tidak ada satu pun pedagang yang menempati stand yang telah disediakan di kawasan Pantai Pasar Bawah.

Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com di lapangan, sejumlah tenda yang sebelumnya berdiri kini telah dibongkar.

Terlihat dua orang membongkar rangka stand dan memasukkan tenda ke dalam mobil pick up.

Ketua Pokdarwis Pasar Bawah Roni mengaku kecewa karena para pedagang yang sebelumnya menyatakan siap pindah justru mengurungkan niatnya.

Baca juga: Bazar Ramadan 2026 di Bengkulu Selatan, Berburu Takjil Sambil Nikmati Wisata Pantai Pasar Bawah

Menurut Roni, relokasi pedagang tersebut merupakan tindak lanjut arahan Sekretaris Daerah agar OPD terkait menertibkan dan mengarahkan pedagang mengisi stand yang telah disiapkan di Pantai Pasar Bawah.

OPD yang terlibat di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Satpol PP sudah memberikan surat imbauan kepada para pedagang untuk pindah ke Pasar Bawah. Lurah dan camat juga sudah mengeluarkan surat untuk pedagang di Tebat Rukis dan Kota Ibul,” ujar Roni saat dihubungi melalui pesan singkat oleh wartawan TribunBengkulu.com, Rabu (25/2/2026).

Sempat Dihubungi Pelaku UMKM

Selama stand berdiri sekitar satu minggu, ada tujuh pedagang yang sempat menghubungi pihak Pokdarwis karena mereka tidak lagi diperbolehkan berjualan di pinggir jalan.

Para pedagang menilai relokasi tersebut bisa menjadi solusi, terlebih menjelang Ramadan yang biasanya meningkatkan aktivitas ekonomi.

Namun pada hari pertama pelaksanaan, para pedagang membatalkan kepindahan. Hal itu dipicu oleh ketidakseragaman penertiban di lapangan.

“Mereka mempertanyakan kenapa tidak boleh berdagang di trotoar, sementara di Rukis masih ada yang berjualan di tanah lapang dan tidak ada tindakan dari Satpol PP. Akhirnya mereka mundur semua,” jelas Roni.

Biaya Stand dari Dana Mandiri

Tenda dan stand di Pantai Pasar Bawah telah berdiri selama kurang lebih satu minggu seluruh biaya pendirian tenda tersebut berasal dari dana pribadi tim Pokdarwis.

“Tenda sudah berdiri seminggu, tapi tetap kosong. Karena tidak ada kepastian dan pedagang tidak jadi pindah, akhirnya kami bongkar. Kami sangat kecewa,” kata Roni.

Ia berharap ke depan ada ketegasan dan keseragaman dalam penertiban agar penataan kawasan wisata, khususnya selama Ramadan 1447 Hijriah, dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi pedagang maupun pengunjung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.