Tribun Network Gandeng Federasi Futsal Indonesia, Siap Gelar TPAAF 2026 di 20 Kota
Maudy Asri Gita Utami February 25, 2026 06:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Jaringan media nasional Tribun Network menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan futsal usia muda melalui kerja sama strategis dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI).

 Kolaborasi ini akan diwujudkan lewat kompetisi pelajar bertajuk Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) 2026.

Turnamen tersebut direncanakan berlangsung di 20 kota di Indonesia dengan target partisipasi lebih dari 700 tim pelajar dari berbagai daerah. 

Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah bagi talenta muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas sejak usia sekolah.

Sebagai langkah awal, CEO Tribun Network, Dahlan Dahi bersama Commercial Director Hadrianus Tjiptyantoro menerima audiensi jajaran FFI yang dipimpin Ketua Umum Michael Victor Sianipar di kantor Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Selasa 24 Februari 2026. 

• Menyikapi Perubahan Pola Belanja Selama Ramadhan dalam Perspektif Akuntansi

Pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar kerja sama dalam penyelenggaraan TPAAF sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan futsal kelompok umur di Indonesia.

Michael Victor Sianipar menekankan bahwa penguatan sektor grassroots menjadi fondasi utama untuk meningkatkan prestasi futsal nasional. 

Menurutnya, sebelum menargetkan pencapaian di level elite, pembinaan usia dini harus dilakukan secara konsisten dan terstruktur.

“Futsal adalah olahraga yang sangat merakyat. Ke mana pun kami pergi di Indonesia, pasti ada yang bermain futsal,” ujarnya dalam sesi podcast bersama Tribunnews.

Ia juga menilai futsal memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas karena membutuhkan lapangan lebih kecil dan mudah dijangkau.

Hal ini membuat futsal berkembang pesat di lingkungan sekolah, di mana hampir setiap sekolah memiliki kegiatan ekstrakurikuler futsal.

Melalui kompetisi TPAAF 2026, Tribun Network dan FFI berharap mampu menjaring bakat-bakat muda potensial yang kelak dapat memperkuat tim futsal nasional Indonesia di masa depan.

“Semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar talent pool yang bisa dibangun. Ini menjadi modal penting bagi federasi,” jelasnya.

Michael juga menyambut positif inisiatif Tribun Network yang menghadirkan kompetisi pelajar berskala nasional.

• Turnamen Sepak Bola antar Desa Sungai Baru Cup Seri I Sukses Digelar

Menurutnya, dukungan sektor swasta sangat krusial untuk memperluas jangkauan pencarian bakat, khususnya di luar kota-kota besar dan Pulau Jawa.

“Dengan kompetisi di banyak daerah, jalur yang selama ini terputus bisa terbuka kembali. Ini sangat membantu federasi dalam melakukan talent scouting secara lebih merata,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan kalau regulasi kompetisi pelajar perlu pendekatan yang adaptif. Tidak seluruh standar liga profesional dapat diterapkan secara identik di level sekolah, namun prinsip pembinaan tetap harus dijaga.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah format pertandingan.

FFI mendorong agar setiap tim memperoleh jumlah laga yang memadai, bukan sekadar sistem gugur yang membatasi proses evaluasi dan pengembangan.

Sejalan dengan arahan tersebut, TPAAF 2026 dirancang menggunakan fase grup agar setiap peserta mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih banyak.

“Pengembangan olahraga membutuhkan proses. Idealnya kompetisi tidak langsung gugur, sehingga ada ruang evaluasi dan perbaikan,” tegas Michael.

Melalui kolaborasi ini, Tribun Network dan FFI berharap TPAAF 2026 dapat menjadi platform strategis untuk memperkuat ekosistem futsal pelajar, memperluas basis talenta nasional, serta membangun fondasi prestasi futsal Indonesia secara berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.