‎BPBD Makassar Imbau RT/RW Siaga, Perkuat Koordinasi Hadapi Banjir‎
Saldy Irawan February 25, 2026 07:22 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengimbau seluruh Ketua RT dan RW agar meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing serta bersinergi dalam upaya penanggulangan banjir.

‎Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menegaskan bahwa kondisi saat ini bukan lagi sekadar potensi, melainkan banjir yang sudah terjadi di sejumlah titik.

‎“Bukan lagi potensi, memang sudah banjir. BPBD Kota Makassar secara rutin memantau dan mencatat titik-titik rawan banjir yang tersebar di wilayah kota,” ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Rabu (25/2/2026).

‎Berdasarkan pemantauan, terdapat empat kecamatan yang terdampak cukup parah, yakni Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala, dan Panakkukang. 

‎Selain itu, genangan juga terjadi di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan AP Pettarani hingga Jalan Perintis Kemerdekaan. 

‎Adapun wilayah dengan dampak signifikan saat ini berada di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya. 

‎BPBD telah membuka enam titik pengungsian bagi warga terdampak, dengan total 169 kepala keluarga atau 545 jiwa.

‎Di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggal, titik pengungsian tersebar di sejumlah masjid, di antaranya Masjid Jabal Nur, Masjid Yuda Al Fatih, Masjid Lailatul Qadar, serta beberapa titik lainnya. 

‎Sementara di wilayah Biringkanaya dan Paccerakkang juga disiapkan lokasi pengungsian untuk warga yang rumahnya terendam.

‎“Kami menjamin keselamatan warga dengan membuka posko pengungsian, melakukan pemantauan setiap dua jam, dan menyiapkan peralatan seperti perahu karet serta perlengkapan keselamatan,” jelas Fadli.

‎BPBD juga mengaktifkan Tim Reaksi Cepat di sejumlah titik terdampak banjir untuk melakukan pemantauan, evakuasi, dan asesmen kondisi lapangan. 

‎Selain itu, sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) yang telah dipasang di tiga wilayah bantaran sungai terus dipantau secara berkala.

‎Terkait peran RT dan RW, Fadli menekankan bahwa aparat pemerintahan paling bawah tersebut merupakan ujung tombak dalam penanganan awal di lingkungan masing-masing.

‎“Kami mengimbau RT/RW untuk mengidentifikasi warganya yang terdampak, meningkatkan koordinasi dengan kelurahan dan kecamatan, serta segera melaporkan jika terjadi kenaikan tinggi muka air yang membahayakan,” tegasnya.

‎RT dan RW juga diminta mengedukasi warga agar tetap waspada saat hujan lebat, terutama di wilayah rawan banjir. 

‎Warga diimbau menghindari melintasi lokasi dengan genangan tinggi, tidak memaksakan bepergian saat cuaca ekstrem, serta menjauhi aktivitas wisata laut mengingat potensi angin kencang.

‎“Jika kondisi membahayakan, segera laporkan ke BPBD atau melalui Satgas di wilayah masing-masing. Koordinasi harus cepat dan terkoordinasi,” katanya.

‎BPBD Makassar juga terus berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, serta Dinas Pemadam Kebakaran untuk mempercepat respons penanganan di lapangan.

‎Fadli menambahkan, pihaknya tengah mempertimbangkan penetapan status tanggap darurat apabila kondisi cuaca ekstrem dan banjir terus meluas. 

‎Hal itu merujuk pada peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku hingga awal Maret dan mencakup potensi hujan lebat, banjir, longsor, serta angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan.

‎“Yang paling penting, masyarakat tetap waspada, segera melaporkan genangan atau kondisi darurat, dan aktif berkoordinasi dengan RT/RW serta pemerintah setempat,” jelasnya.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.