5 Ajang Trail Run Indonesia Sepakati Kolaborasi Nasional
BolaSport February 25, 2026 07:33 PM

INDONESIA TRAIL RUN SERIES
Lima ajang trail run di Tanah Air berkolaborasi membentuk Indonesia Trail Run Series.

BOLASPORT.COM - Di tengah keriuhan pelari yang menembus jalur pesisir hingga perbukitan dalam rangkaian Coast to Coast Ultra Yogyakarta pada 14–15 Februari 2026, sebuah langkah strategis bagi dunia olahraga alam Indonesia resmi dimulai.

Pada Sabtu (14/2/2026), lima pemilik ajang trail run Indonesia menyepakati untuk membentuk Indonesia Trail Run Series, kolaborasi nasional yang bertujuan memperkuat ekosistem trail run sekaligus mendorong Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Lima ajang penggagas tersebut adalah Coast to Coast Ultra (Yogyakarta), Bali Trail Running Ultra (Bali), Dieng Caldera Race (Wonosobo), MANTRA116 (Pasuruan), dan Siksorogo Lawu Ultra (Tawangmangu).

Lima panggung olahraga alam berbeda yang selama bertahun-tahun tumbuh bersama komunitas kini memilih bersatu dalam satu payung kolaborasi.

Indonesia Trail Run Series lahir dari diskusi panjang para penyelenggara berbasis komunitas yang melihat potensi besar trail run Indonesia jika dikelola dalam sistem terintegrasi.

Selama ini kolaborasi berjalan dalam bentuk dukungan jejaring komunitas dan partisipasi silang.

Namun, tanpa struktur nasional, dampaknya belum optimal baik bagi atlet, sponsor, maupun destinasi.

"Kolaborasi ini bukan sekadar simbolis. Kami ingin membangun sistem yang berkelanjutan, yang memberikan arah jelas bagi atlet dan standar bersama bagi penyelenggara," ujar Ikhsan Sitaryadi selaku perwakilan Coast to Coast Ultra yang menegaskan bahwa momen di Yogyakarta adalah titik start baru bagi trail run Indonesia.

Dalam kerangka Indonesia Trail Run Series, salah satu kategori dari masing-masing event akan dilabeli sebagai bagian dari series.

Sistem poin akan digunakan sehingga performa pelari dapat terukur secara objektif dan berjenjang.

Agus Yudha, perwakilan Bali Trail Running Ultra, menjelaskan: "Dengan format series, pelari tidak lagi hanya berkompetisi dalam satu lomba tetapi dalam satu musim."

"Hal ini menciptakan dinamika baru. Lebih kompetitif, lebih strategis, dan lebih profesional."

Selain itu Ivan, perwakilan MANTRA116, menambahkan: "Kami ingin memastikan pertumbuhan yang sehat baik untuk atlet, sponsor, maupun penyelenggara."

Lebih dari sekadar kompetisi, Indonesia Trail Run Series memposisikan diri sebagai penggerak sport tourism.

Setiap event berlangsung di destinasi dengan karakter geografis dan budaya yang kuat: pesisir pantai dan perbukitan Yogyakarta, lanskap tropis Bali, kaldera Dieng, pegunungan Pasuruan, hingga lereng Lawu di Tawangmangu.

Mahendratta, perwakilan Dieng Caldera Race, menilai bahwa trail run memiliki efek berganda bagi ekonomi lokal.

"Peserta tidak datang sendiri. Mereka membawa keluarga, komunitas, dan menginap beberapa hari. Hotel, homestay, UMKM, transportasi lokal, semuanya bergerak."

Data internal penyelenggara menunjukkan bahwa mayoritas peserta ultra trail berasal dari luar kota bahkan luar negeri.

Mereka rata-rata tinggal selama 2-4 malam, memanfaatkan akomodasi lokal, kuliner daerah, serta destinasi wisata sekitar lokasi lomba.

Dalam konteks ekonomi daerah, ajang trail run berkontribusi pada perputaran ekonomi yang signifikan khususnya di wilayah pegunungan dan dataran tinggi yang bukan pusat industri.

Agus Yudha, perwakilan Bali Trail Running Ultra, menekankan pentingnya narasi destinasi.

"Indonesia memiliki gunung, hutan, dan lanskap yang unik. Jika dikelola bersama dalam satu series, kita bukan hanya menjual lomba tetapi juga pengalaman dan cerita destinasi."

Dengan sistem series yang terjadwal sepanjang tahun: Februari di Yogyakarta, Mei di Bali, Juni di Wonosobo, Juli di Pasuruan, dan Desember di Tawangmangu, Indonesia Trail Run Series secara tidak langsung menciptakan kalender sport tourism nasional yang berkesinambungan dan sehat bagi kompetisi para atlet Trail Run Indonesia.

Salah satu tantangan utama event berbasis komunitas adalah konsistensi standar.

Melalui kolaborasi Indonesia Trail Run Series, anggota series berkomitmen menyelaraskan standar keselamatan, penandaan jalur, manajemen risiko, hingga pengalaman pelari.

Ivan dari Mantra116 menegaskan bahwa ambisi mereka bukan sekadar menjadi tuan rumah lomba besar tetapi juga menjadi tolok ukur regional.

"Kami ingin ketika pelari internasional datang ke Indonesia, mereka merasakan standar yang sejajar dengan event dunia."

"Bahkan tidak tertutup kemungkinan ke depan ada race trail run lain dari kawasan ASEAN yang ikut bergabung dalam series ini."

Standarisasi ini penting untuk menarik sponsor nasional dan global.

Dengan memposisikan diri sebagai series nasional, nilai komersial meningkat dibanding ajang yang berdiri sendiri.

Hal ini membuka peluang kolaborasi lintas sektor dari apparel, nutrisi olahraga, hingga industri pariwisata dan perhotelan.

Meski mengarah pada profesionalisme, Indonesia Trail Run Series menegaskan bahwa fondasi utamanya tetap komunitas.

Trail run di Indonesia tumbuh dari relawan, komunitas lokal, dan kecintaan pada alam.

"Semangat gotong royong tidak boleh hilang," ujar Ade Chandra dari Dieng Caldera Race.

"Justru dengan sistem yang lebih rapi, kita bisa melindungi nilai-nilai itu sekaligus mengembangkannya."

Kolaborasi ini juga membuka ruang edukasi bersama seperti pelatihan race management, pengelolaan relawan, hingga kampanye pelestarian lingkungan.

Pasalnya pada akhirnya, keberlanjutan trail run sangat bergantung pada kelestarian alam sebagai arena utamanya.

Di tengah pembentukan struktur kompetisi nasional, Indonesia Trail Run Series menegaskan bahwa pertumbuhan trail run tidak boleh hanya berorientasi pada skala dan eksposur tetapi juga pada keberlanjutan fondasi olahraga itu sendiri.

Series ini membawa komitmen terhadap regenerasi atlet agar daya saing Indonesia tidak berhenti di level domestik.

Dengan sistem kompetisi terstruktur dan jalur prestasi yang jelas, diharapkan lahir generasi pelari yang mampu menembus panggung internasional secara konsisten.

Selain itu, aspek edukasi dan safety awareness menjadi perhatian utama.

Trail run adalah olahraga alam terbuka dengan risiko inheren, mulai dari cuaca ekstrem, navigasi teknikal, hingga tantangan fisik kategori ultra.

Pertumbuhan jumlah peserta harus diiringi dengan peningkatan literasi keselamatan bagi pelari, relawan, dan penyelenggara.

Anggota series bersepakat menerapkan standar minimum penyelenggaraan khususnya dalam manajemen risiko, dukungan medis, race briefing, penandaan jalur, serta protokol darurat.

Furqoni dari Siksorogo Lawu Ultra menegaskan: "Kami tidak ingin hanya membangun event yang besar tetapi juga ekosistem yang kuat."

"Standar keselamatan, regenerasi atlet, dan edukasi harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan karena masa depan trail run Indonesia ditentukan oleh bagaimana kita menjaganya hari ini."

Dengan komitmen tersebut, Indonesia Trail Run Series memposisikan diri bukan sekadar sebagai platform kompetisi tetapi juga sebagai wadah kolektif untuk memastikan perkembangan trail run Indonesia berlangsung secara bertanggung jawab, aman, dan berkelanjutan.

Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia, garis pantai yang panjang, serta lanskap tropis yang beragam.

Potensi ini menjadikan Indonesia sebagai kandidat kuat destinasi trail run internasional.

Namun, potensi tanpa sistem sulit berkembang optimal. Indonesia Trail Run Series hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.

Ajang ini menyatukan event, menyelaraskan standar, membangun jalur prestasi, serta memperkuat daya tarik destinasi.

Kesepakatan bersama di Yogyakarta menjadi simbol bahwa kompetisi tidak selalu berarti berdiri sendiri.

Dalam konteks ini, kolaborasi justru menjadi strategi untuk tumbuh bersama.

Dari pesisir selatan Yogyakarta hingga lereng Lawu, dari dataran tinggi Dieng dan Pasuruan hingga jalur tropis Bali, lima race owner kini melangkah dalam satu irama.

Indonesia Trail Run Series bukan hanya tentang lomba, melainkan tentang membangun ekosistem olahraga, ekonomi, pariwisata, dan komunitas dalam satu visi nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.