Dedi Mulyadi Berhasil Pulangkan 12 Korban TPPO di NTT, sang Gubernur Ungkap Kondisi serta Adanya Langkah Mitigasi
Ines Noviadzani February 25, 2026 07:34 PM

Grid.ID - Dedi Mulyadi telah berhasil memulangkan 12 korban TPPO di NTT. Kondisi para korban diungkap sang gubernur.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkap kabar terbaru dari belasan perempuan asal Jawa Barat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hal ini usai terjadi pembahasan khusus dengan Pemerintah Provinsi mengenai upaya pemulangan para korban.

Dedi Mulyadi Datang Langsung ke Lokasi

Belum lama ini Dedi menjemput 12 korban TPPO di rumah aman Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungannya itu, ia bertemu dengan Suster Ika yang merupakan Ketua TRUK-F.

Saat bertemu dengan para korban, pria yang akrab disapa KDM ini telah menyiapkan tiket pesawat untuk kepulangan para korban. Kini melalui unggahan Instagram-nya, ia mengatakan 12 korban TPPO sudah tiba di Jakarta.

"Dua belas warga Jawa Barat sudah kembali, hari ini mereka tiba di Jakarta," ungkapnya.

Setelah tiba di Jakarta, Dedi mengatakan bahwa para korban akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan. Sang gubernur pun telah menyediakan fasilitas agar para korban bisa mengikuti pelatihan kerja sebelum kembali ke rumahnya masing-masing.

Siapkan Pendampingan Para Korban

Setelah kepulangan para korban, Dedi Mulyadi juga menyiapkan langkah mitigasi. Termasuk di dalamnya ada pendampingan dan juga kepastian pekerjaan setelah kembali ke daerah asal.

Para korban mendapat pendampingan dari Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar serta DP3AKB Jabar (Jawa Barat). Langkah mitigasi ini bukan hanya soal pemulangan semata, melainkan rencana agar para korban bisa kembali bekerja setelah pulang ke rumah masing-masing.

"Korban tidak akan langsung dipulangkan ke rumah masing-masing, tetapi akan diberikan pendampingan terlebih dahulu. Tapi, kami susun terlebih dahulu kerangka kerja bersama para kepala daerah yang warganya menjadi korban TPPO," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.

"Dalam pemikiran saya, baiknya mereka langsung mendapatkan kembali pekerjaan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga meminta agar proses hukum diutamakan sebelum membahas soal utang yang ditagihkan tempat hiburan malam para korban bekerja. Hak-hak korban selama bekerja di tempat itu harus dipastikan terlebih dahulu.

"Itu sebetulnya bisa kami atasi. Tapi, jangan bicara dulu soal utang piutang, sebelum pemeriksaan terkait hak-hak para korban ini mendapatkan kejelasan. Apakah selama bekerja di sana mereka memperoleh hak yang dijanjikan dan sudah dibayarkan," terang Dedi.

Dedi menambahkan, jika para korban dibutuhkan kembali untuk pemeriksaan sebagai saksi, biaya keberangkatan akan ditanggung gubernur. Ia menegaskan dukungan terhadap proses hukum tetap berjalan.

"Saya membiayai kepulangan 12 orang korban ini, termasuk memberikan biaya operasional atau pegangan saat mereka pulang ke rumah masing-masing nanti, semuanya dari Gubernur," tuturnya.

Kini Dedi Mulyadi telah berhasil memulangkan 12 warga Jawa Barat yang jadi korban TPPO di NTT. Kondisi para korban pun dalam keadaan baik serta akan dilakukan mitigasi dan juga pendampingan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.