Kolaborasi Kerja Satgas PRR Percepat Pemulihan, Pengungsi Turun 99 Persen
Content Writer February 25, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara terus memperlihatkan perkembangan positif. Dalam kurun satu hari, jumlah pengungsi berkurang sebanyak 523 orang, dari 12.402 orang pada 23 Februari menjadi 11.879 orang per 24 Februari 2026.

Dari total tersebut, sebanyak 11.029 orang berada di Aceh dan 850 orang di Sumatra Utara. Angka ini mencerminkan kemajuan signifikan dibandingkan awal masa darurat pada 2 Desember 2025 yang mencapai 2.178.269 orang di tiga provinsi. Dalam hampir tiga bulan, jumlah pengungsi telah menyusut lebih dari 2,16 juta orang atau melampaui 99 persen.

Penurunan ini berjalan seiring percepatan pembangunan hunian sementara (huntara). Dari rencana 18.302 unit di tiga provinsi, sebanyak 10.125 unit atau 55 persen telah selesai dibangun. Hunian tersebut menjadi jembatan penting bagi warga untuk beralih dari tenda pengungsian menuju tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

Di saat yang sama, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) telah rampung 100 persen. Sebanyak 10.748 penerima di tiga provinsi telah menerima dana langsung ke rekening masing-masing, memperkuat daya dukung masyarakat selama masa transisi menuju hunian tetap.

Baca juga: Satgas PRR Percepat Pembangunan Huntara dan Huntap Pascabencana di Sumatera

Pemulihan layanan dasar turut memperkuat tren positif ini. Pasokan listrik di Sumatra Barat telah pulih sepenuhnya, sementara di Aceh dan Sumatra Utara hanya tersisa sebagian kecil pelanggan yang masih dalam tahap penanganan.

Seluruh BTS yang sebelumnya terdampak di tiga provinsi kini telah kembali berfungsi 100 persen, dan akses jalan nasional sudah fungsional sepenuhnya, sehingga distribusi logistik dan mobilitas dapat berjalan normal kembali.

Sebelumnya, Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, menyampaikan berkat kolaborasi semua pihak, jumlah pengungsi akibat bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sudah menurun drastis. Dari semula menyentuh angka jutaan, kini tersisa belasan ribu jiwa yang masih bertahan di pengungsian.

"Ada yang sudah pulang kembali, mendapatkan bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan maupun sedang, sedangkan yang berat atau hilang tinggal di huntara maupun mendapatkan Dana Tunggu Hunian," tutur Tito pada Rabu (18/2/2026).

Berkurangnya 523 pengungsi dalam satu hari menjadi sinyal positif bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai rencana. Pemerintah menegaskan, langkah pemulihan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga pada upaya menghidupkan kembali semangat dan harapan masyarakat di daerah terdampak. (*)

Baca juga: Bantuan Rumah Rusak Diserahkan Serentak di Sumatera, Satgas PRR Minta Daerah Percepat Pendataan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.