- Kasus penganiayaan yang dilakukan seorang adik kepada kakak kandungnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara membuat publik heboh.
Pasalnya diduga alasan adik berinisial MAH (15) itu tega menganiaya kakaknya, MAR (22) adalah karena cemburu.
Pelaku yang merupakan pelajar SMP di Jakut itu sempat curhat kepada tetangganya usai menganiaya sang kakak.
Dalam curhatan tersebut terungkap alasan MAH nekat menggetok kepala kakaknya hingga berlumuran darah lalu meninggal dunia.
Awalnya diduga terjadi ketegangan di rumah antara MAH dan MAR pada Selasa (24/2/2026) sore.
Menjelang buka puasa, tetangga korban, Riski Tri Mulyanto mengaku kaget saat mendengar teriakan dari ibu korban.
Langsung ke TKP, alangkah terkejutnya Riski melihat MAR sudah terkapar di lantai dengan kondisi bersimbah darah.
Sementara di ruang tamu ada MAH yang tertegun melihat kakaknya tergeletak.
Saat dipergoki warga, MAH dalam kondisi diam dengan tangan masih memegangi palu.
Melihat pemandangan mengerikan itu, Riski segera memanggil Ketua RT dan juga ambulans.
Riski pun membantu untuk korban dievakuasi menggunakan ambulans.
"Sekitar jam 17.15 an kebetulan ibunya keluar teriak-teriak, saya keluar, kebetulan yang terlihat itu (korban) udah berdarah, orangnya udah terkapar di bawah, adiknya masih pegang palu. Saya langsung panggil RT, sekalian panggil ambulans, soalnya udah berdarah," kata Riski dilansir TribunnewsBogor.com, Rabu (25/2/2026).
Curhatan pelaku
Syok dengan kejadian tersebut, Riski mengurai sosok terduga pelaku dan korban yang merupakan kakak adik kandung.
Diungkap Riski, pelaku dan korban selama ini dikenal punya hubungan yang wajar.
Namun kata Riski, kakak dan adik tersebut memang tak banyak bergaul dengan warga karena perangainya yang pendiam.
"Keduanya pendiam, kalau di luar kayak biasa, sewajarnya adik kakak, sama-sama pendiam," ujar Riski.
Kenal baik dengan terduga pelaku dan korban, Riski mengaku sempat bertanya ke MAH soal alasannya menganiaya sang kakak.
Kepada tetangganya itu, pelaku curhat bahwa ia kesal pada sang kakak lantaran selalu dituruti permintaanya oleh orangtua mereka.
"Saya tanyain 'kenapa Zam?'. Anaknya (pelaku) bilang, mungkin iri sama kakaknya karena dia kan apa-apa kakaknya yang dituruti kakaknya," imbuh Risi.
Dari curhatan pelaku itulah Riski menarik kesimpulan.
Bahwa pemicu adik menganiaya kakak tersebut karena sang adik cemburu dengan kakaknya.
Diduga selama ini orangtua mereka kerap pilih kasih dengan mendahulukan kepentingan anak tertuanya.
"Kalau dengar ceritanya sih dia (pelaku) cemburu sama kakaknya, karena yang sering dikasih itu kakaknya, mungkin (pilih kasih), ngomongnya begitu soalnya tadi," pungkas Riski.
Usai kejadian tersebut, ibunda korban sekaligus pelaku masih belum bisa diminta keterangan.
"Sang ibu masih di dalam, masih syok," akui Riski.
(*)