Eks Menkopolhukam, Mahfud MD mengaku marah atas pernyataan Dwi Sasetyaningtyas, alumni LPDP yang viral.
Kendati demikian, Mahfud menyebut, pernyataan Dwi harus menjadi koreksi bagi pemerintah dalam membuat kebijakan.
Mahfud mengaku memahami pernyataan Dwi yang bersyukur anaknya tidak berstatus sebagai WNI.
Sebab, menurutnya itu adalah fakta di mana pemerintahan Indonesia bobrok.
Mahfud menilai, pernyataan Dwi itu adalah representasi dari jeritan publik yang selama ini dibungkam rasa takut.
Pernyataan itu disampaikannya dalam kanal YouTube Mahfud MD Official, pada Rabu (25/2/2026).
Mahfud menyebut, pernyataan Tyas ini memiliki kesamaan dengan gerakan tagar #KaburAjaDulu yang sempat viral beberapa waktu lalu.
"Kalau di dalam tidak terlayani dengan baik sebagai warga negara, ya kabur aja dulu. Itu serangkaian karena nampaknya pemerintahannya terlalu 'steril' dari kritik-kritik itu."
"Masyarakat ngritik dianggap salah atau ya sudah silahkan kritik, kami tetap jalan," tegas Mahfud.
Lanjut, Mahfud mengingatkan, nasionalisme bisa luntur saat pemerintah tak pernah berpihak ke rakyat.
Sebab menurutnya, hak dasar yang harus dipenuhi warga adalah hak hidup.
Atas hal itu, Mahfud mengatakan, hal yang wajar jika muncul pernyataan kekecewaan seperti yang disampaikan Dwi.
"Orang mau berusaha diperas, mau cari kerjaan dipalak dan belum tentu dapat, mau eksekusi vonis juga harus bayar, perkara sudah inkrah diadili lagi. Itu kan banyak."
Terkini, Mahfud mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan sistemik.
Termasuk tegas membersihkan oknum-oknum yang menyengsarakan rakyat.
Ia menilai, nasionalisme tidak bisa tumbuh hanya dari paksaan.