Viral Kualitas MBG di HST Disorot, Telur Diduga Busuk Hingga dan Roti Tampak Menghitam
Irfani Rahman February 25, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID,BARABAI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan kian menjadi sorotan tajam dari masyarakat umum. 

Setelah sebelumnya viral menu berupa roti, susu, dan pisang mentah, kini muncul temuan yang lebih memprihatinkan yakni roti yang sudah menghitam, telur diduga busuk, hingga paket makanan tanpa minuman.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah orang tua dan pelajar yang kemudian membagikan kondisi makanan melalui media sosial. 

Unggahan itu langsung menuai reaksi keras dari masyarakat yang mempertanyakan kualitas serta pengawasan dari pengelola Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG).

“Anak kami dapat roti yang sudah menghitam, telurnya bau. Bahkan ada yang tidak dapat minuman sama sekali. Ini kan untuk anak sekolah,” ujar salah satu orang tua siswa yang tak ingin disebutkan namanya.

Baca juga: Viral Donat MBG di Batibati Tanahlaut Berjamur, Wali Santri Ini Pastikan Tak Salah Lihat

Baca juga: Kala Menu MBG di HSU Diprotes, Orang Tua Murid: Sedikit dan Seperti Jajanan di Warung

Tak hanya soal menu, temuan tersebut semakin memperkuat sorotan terhadap 11 unit SPPG yang telah beroperasi dan tersebar di sejumlah kecamatan di HST. 

Publik menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai kasus kecil atau insidental, melainkan indikasi lemahnya kontrol mutu dan pengawasan distribusi makanan.

Dengan adanya roti menghitam dan telur yang diduga busuk, masyarakat mempertanyakan standar kelayakan konsumsi serta prosedur pengecekan sebelum makanan dibagikan kepada siswa. 

Terlebih, program ini disebut memiliki anggaran hingga Rp15.000 per porsi, sehingga muncul pertanyaan tentang kesesuaian antara biaya dan kualitas yang diterima.

Sikap tersebut semakin memicu desakan publik agar ada klarifikasi resmi serta langkah konkret perbaikan.

Sejumlah warga meminta adanya inspeksi ke dapur-dapur SPPG guna memastikan standar higienitas dan keamanan pangan benar-benar diterapkan. 

Mereka khawatir, jika tidak segera ditangani, persoalan ini dapat berdampak pada kesehatan anak-anak sekolah.

Masyarakat menilai bahwa program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi generasi muda tidak boleh tercoreng oleh lemahnya pengawasan dan manajemen. 

"Evaluasi menyeluruh, transparansi anggaran serta pertanggungjawaban pengelola dinilai wajib guna memulihkan kepercayaan publik terhadap program pemerintah pusat ini," ucap warga lain di Barabai.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanialaus sene)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.