TRIBUNJATENG.COM - Ketika Presiden Prabowo Subianto menggunakan mobil dinas karya anak negeri Pindad yang dibanderol sekira Rp 1,2 miliar.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud gengsi pakai mobil biasa saja dan memilih untuk menggunakan 7 kali lipat lebih mahal daripada punya presiden.
Keputusan gubernur Kaltim itu pun sontak menuai banyak sorotan karena melakukan pengadaan mobil dinas mewah di tengah efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat.
Baca juga: Remaja 16 Tahun Anak Pejabat Bawa Mobil Dinas Dini Hari Alami Kecelakaan, 2 Warga Terluka Parah
Politikus Partai Golkar tersebut menjadi viral terkait pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar.
Pihak Pemprov Kaltim memastikan pengadaan mobil dinas sesuai Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 dan kebutuhan di lapangan.
Ogah Pakai Toyota Kijang
Rudy Masud dalam kesempatannya menjelaskan alasan di balik pemilihan mobil mewah sebagai mobil dinasnya.
Ia menegaskan tidak ingin memakai mobil Toyota Kijang.
Semua tidak lepas dari posisi Kalimantan Timur yang strategis dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN)
Bahkan, Rudy Masud memandang provinsi yang dipimpinnya mewakili wajah serta miniatur Indonesia.
"Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Jangan saya disuruh pakai kijang dek," tegasnya, dikutip dari TribunKaltim.co, Selasa (24/2/2026).
Rudy Masud melanjutkan, dirinya juga tidak ingin masyarakat Kaltim dipandang miskin.
Sehingga dengan adanya mobil dinas mewah tidak langsung dapat menjaga harkat dan martabat.
"Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh," tambahnya.
Rudy Masud kemudian meminta polemik pengadaan mobil mewah tidak perlu perpanjang.
Ia meminta masyarakat mengurangi membicarakan orang, terlebih saat ini di bulan suci Ramadan.
"Pada teman-teman ku semua, kita sedang berpuasa tolong tidak terlalu banyak ghibah (membicarakan orang) nanti dosanya berlipat ganda," katanya.
Tidak Langgar Aturan
Rudy Masud juga memastikan pengadaan mobil dinas di Kalimantan Timur tidak menyalahi aturan pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006.
Dalam aturan tersebut jelas kepala daerah tingkat Gubernur hanya boleh memiliki 1 kendaraan dinas.
Ia bisa memilih jenis sedang dengan maksimal 3.000 cc atau jeep 4.200 cc.
"Mobil yang kami adakan hanya yang 3.000 cc," tutur Rudy Masud.
Ditanya soal keberadaan mobil dinas itu, ia menyebut masih ada di Jakarta.
Sedangkan terkait harganya Rp8,5 miliar, Rudy Masud menyebut wajar.
"Persoalan harga. Ada rupa ada harga. Ada mutu ada kualitas, ada harganya. Kita tidak mengikuti harganya. Kami hanya pesan itu saja sesuai Permendagri. Mobilnya dipakai untuk di Jakarta," tandasnya.
Pernyataan berbeda disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni.
Ia menjelaskan, pengadaan mobil dinas itu diperuntukan di Kaltim karena kondisi medan yang berat.
Rudy Masud diketahui sering meninjau berbagai wilayah hingga ke pelosok.
Sehingga tak jarang perjalannya terganggu karena masalah jalan.
"Kondisi geografis Kaltim ini tidak ringan. Masih banyak wilayah dengan akses terbatas, jalur tanah, bahkan kawasan hutan yang belum sepenuhnya terbuka," katanya, dikutip dari Kompas.com.
“Intinya, kalau kepala daerah ingin memastikan langsung kondisi lapangan, kendaraan yang digunakan memang harus mendukung. Supaya ketika mengambil kebijakan infrastruktur, itu benar-benar berdasarkan kondisi nyata di lapangan,” tandasnya.
Diduga Land Rover
Hingga kini belum diketahui secara pasti apa merek mobil dinas mewah milik Gubernur Kalimantan Timur.
Namun, ada spesifikasi dan anggarannya yang terpanjang dalam sistem Inaproc Pemprov Kaltim.
Mobil dinas tersebut berjenis SUV hybrid dengan spesifikasi mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP.
Didukung kapasitas baterai 38,2 kWh serta penggerak listrik 140 kW bertorsi 620 Nm, dengan nilai pengadaan sekitar Rp 8,5 miliar.
Berbekal spesifikasi dan harga yang disebutkan, diduga mobil yang dipilih dari pabrikan Land Rover dengan tipe Range Rover 3.0 Autobiography LWB.
Lewat situs resmi Land Rover Indonesia, diketahui mobil tersebut dibanderol dengan harga Rp 7,43 miliar di Jakarta.
Harga Mobil Presiden
Harga Maung Garuda diprediksi lebih dari Rp1,2 miliar mengingat kendaraan tersebut memiliki spesifikasi khusus tingkat tinggi.
Sebagai gambaran, mengutip Tribunnews, harga Maung untuk sipil saja, saat ini, berkisar antara Rp1 sampai Rp1,2 miliar.
Harganya tentu beda dengan harga Maung Garuda.
Pasalnya speknya sudah disesuaikan untuk kepresidenan, misalnya dilengkapi kaca anti peluru.
Baca juga: Rumor Bupati Sudewo Diperiksa KPK: Mobil Dinas Terparkir di Pendopo Pati, Wabup No Comment
Ingat, harga di atas hanya perkiraan saja.
Belum ada informasi resmi mengenai harga Maung Garuda.
Selain itu, belum ada juga informasi apakah Maung Garuda diproduksi untuk massal atau hanya tersedia sebagai kendaraan khusus saja. (*)