Mobil Impor untuk Kopdes Sudah Masuk RI di Tengah Penolakan Kuat
Vito February 25, 2026 10:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Di tengah kuatnya desakan pembatalan impor mobil pikap dan truk dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sejumlah kendaraan sudah sampai di Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (24/2) malam.

Berdasarkan foto yang diterima Tribunnews, terlihat deretan mobil berwarna putih yang terparkir rapi di area lapangan terbuka pada malam hari. Kendaraan pikap dari India itu tampak memiliki bodi bersih dan seragam.

Mobil-mobil di area pelabuhan itu menguatkan indikasi bahwa unit tersebut baru tiba atau tengah menunggu proses distribusi lanjutan.

Diketahui, Agrinas mengimpor 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kontrak tersebut mencakup pengadaan total 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India. 

Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pickup dipasok oleh Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 unit Yodha Pickup dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

Untuk sementara, unit kendaraan yang sudah tiba di Indonesia akan disimpan di Kodim, sembari menunggu kesiapan koperasi. Sampai akhir bulan ini, sebanyak 1.000 kendaraan akan tiba di Indonesia.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengaku belum memikirkan tempat penyimpanan mobil pikap dari India yang akan tiba secara bertahap ke Indonesia.

"Saya belum memikirkan terkait bagaimana disimpan di mana dengan jumlah sebegitu banyak, tapi itu pasti akan saya bicarakan dengan dealer yang selama ini sudah menandatangni kontrak dengan kami," katanya, dalam konferensi pers di kantornya di Yodya Tower, Jakarta pada Selasa (24/2).

Meski demikian, ia meyakini keputusan yang diambil berkait dengan impor mobil itu merupakan yang terbaik demi kepentingan rakyat.

"Saya yakin saya buat ini dengan etikad baik. Biasanya kalau etikad baik itu pasti baik, itu sih keyakinan saya," ucapnya.

Meski sudah ada ratusan mobil impor itu yang sampai di Indonesia, Joao belum mau berkata banyak soal lokasi mobil-mobil tersebut.

"Ah terserah, mau diapain. Pokoknya saya berpikirnya positif aja buat Indonesia. Mau diapain saya pasti loyal, taat, manut. Mau apapun saya laksanakan. Kalau itu perintah negara kan saya nurut," tukasnya. 

Joao pun memastikan kesiapannya bertanggung jawab berkait dengan keputusan impor mobil dari India itu. Namun, hingga kini belum ada arahan langsung dari pemerintah berkait dengan penundaan impor mobil pikap itu. 

Berkait dengan kemungkinan denda, Agrinas siap mencari solusi jika impor dibatalkan. Menurutnya, hal itu bagian dari etika berbisnis untuk menekan kerugian. 

"Orang berbisnis ini kan mau mencari untung, bukan mencari masalah. Jadi kalau memang ada masalah, saya pasti akan duduk bersama-sama dengan pihak supplier untuk mencarikan solusinya," ucapnya. (Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.