BUMD di Riau Klaim Punya Cadangan Batubara Besar, Ditengah Ancaman Kelangkaan
M Iqbal February 25, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Direktur Utama Perusahaan Investasi Riau PT PIR, Muhammad Suhandi, menanggapi ancaman kelangkaan batu bara yang berpotensi mengganggu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di tanah air. 

Ia menilai kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT PIR untuk kembali berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi, khususnya bagi PLTU yang banyak menggunakan batu bara berkalori rendah.

Menurut Suhandi, PT PIR memiliki cadangan batu bara kalori rendah yang cukup besar dan siap dimanfaatkan. Dari data terukur, cadangan yang dimiliki perusahaan mencapai sekitar 10 juta ton. Potensi ini dinilai sangat strategis untuk menyuplai kebutuhan PLTU di wilayah Riau dan sekitarnya.

"Permasalahan kelangkaan ini bagi kami adalah peluang. PLTU banyak menggunakan batu bara kalori rendah, dan PIR memiliki cadangan yang luar biasa untuk itu," ujar Suhandi, Rabu (25/2/2026).

Ia berharap pada tahun 2026 ini PT PIR bisa kembali mendapatkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sehingga aktivitas penambangan dapat kembali berjalan. 

Dengan beroperasinya kembali tambang, diharapkan pasokan batu bara untuk PLTU di Riau dapat terjamin dan mencegah terhentinya operasional pembangkit listrik tersebut.

PT PIR sendiri merupakan perusahaan daerah (BUMD) yang bergerak di sektor pertambangan batu bara di Riau.

Perusahaan plat merah ini memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 1.750 hektare dengan area cadangan sekitar 250 hektare yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Suhandi menyampaikan, sebelumnya PT PIR menargetkan produksi sebesar 900 ribu metrik ton per tahun. Namun ke depan, manajemen optimistis mampu meningkatkan target produksi menjadi di atas 1 juta ton per tahun.

Dengan target tersebut, perusahaan memperkirakan dapat meraih omzet hingga Rp34 miliar per tahun. Peningkatan produksi dan omzet itu juga diyakini akan berdampak pada kenaikan dividen yang disetorkan kepada pemerintah daerah sebagai pemegang saham.

"Kami optimistis, jika produksi di atas 1 juta ton per tahun bisa tercapai, maka omzet sekitar Rp34 miliar per tahun dapat diraih. Ini tentu akan berpengaruh terhadap peningkatan dividen,"tegasnya.

Ia pun memohon doa dan dukungan masyarakat Riau agar berbagai upaya yang tengah dilakukan manajemen dapat membuahkan hasil. PT PIR diharapkan kembali bangkit sebagai BUMD kebanggaan Riau dan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemprov Riau, Pemkab Siak, dan Pemkab Rohil sebagai pemilik modal.

(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.