Menu Hanya Pisang, Abon, dan Susu Kemasan, Orang Tua Keluhkan Program MBG di Tasikmalaya
Machmud Mubarok February 25, 2026 11:35 PM

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Program makan bergizi gratis (MBG) kembali dikeluhkan karena komposisi makanan yang dibagikan ke peserta didik dinilai tidak memenuhi kecukupan gizi dan protein.

Keluhan ini disampaikan warga di wilayah Desa Sirnagalih Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Warga mengeluhkan paket kebutuhan dua hari dinilai belum memenuhi kecukupan gizi harian anak, baik dari sisi energi maupun protein.

Beredar menu yang didapat siswa SD tersebut hanya satu pisang, abon dibungkus plastik dan susu putih.

Selain itu, keluhan lain terjadi di wilayah Kecamatan Padakembang yang dilakukan salah satu dapur SPPG memberikan menu MBG ke siswa SD berisikan roti tanpa label, kurma tiga dan empat butir telur puyuh.

Hal ini memicu pertanyaan dari orang tua murid karena menu yang dibagikan belum mencukupi gizi dan proteinnya.

"Kami menilai komposisi dan porsinya belum memenuhi kecukupan gizi harian peserta didik, baik dari sisi energi maupun protein," ungkap perwakilan sekolah dasar di wilayah Cigalontang, Agus, dikonfirmasi TribunPriangan.com, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Menu MBG Dinilai Netizen Pangandaran Makin Parah Selama Ramadan

Baca juga: Kehadiran Program MBG bagi Pasangan Suami Istri di Pangandaran, Menjadi Secercah Harapan Baru

Agus menjelaskan, apabila program mengacu pada standar pemenuhan gizi anak sekolah, kondisi itu perlu segera diklarifikasi dan ditinjau ulang secara serius.

"Kami mendukung program ini karena tujuannya baik. Tapi pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan standar gizi agar manfaatnya optimal bagi anak-anak," keluh Agus.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa SD di Padakembang Endin (37) mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada anaknya di bulan ramadan sepertinya belum memenuhi standar gizi.

Menu yang diterima hanya terdiri atas roti kemasan tanpa merek, empat butir telur puyuh, dan kurma.

"Secara umum, kebutuhan gizi anak usia sekolah dasar mencakup asupan karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan, serta vitamin dan mineral untuk daya tahan tubuh," ujarnya.

Saat dihubungi, perwakilan SPPG inisial RN menyampaikan permohonan maaf kepada penerima manfaat di wilayah Cigalontang terkait menu MBG yang tidak sesuai porsinya.

"Kami mohon maaf kepada seluruh PIC penerima manfaat. Dari pihak SPPG memang kurang maksimal dalam pemberian paket kering MBG," ungkap perwakilan SPPG Cigalontang itu.

Ia menjelaskan, SPPG berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh agar ke depan kualitas dan kecukupan gizi paket yang dibagikan lebih maksimal.

"Insya Allah mulai minggu depan kami akan evaluasi lebih maksimal untuk pemberian paket kering," ujarnya. (*)

 

 


Foto kiriman warga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.