Badai Sanksi Komdis PSSI: Arema FC Kena Denda Berlapis, Persib Bandung Bikin Lawan Gigit Jari
Sarah Elnyora Rumaropen February 26, 2026 12:35 AM

SURYAMALANG.COM, - Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menebar sanksi berat bagi sejumlah klub dalam rangkaian laga Super League 2025/2026 periode 6–8 Februari 2026.

Arema FC menjadi salah satu tim yang paling terpukul dengan sanksi berlapis akibat pelanggaran suporter dan akumulasi kartu kuning.

Sementara itu, laga melawan Persib Bandung turut memicu denda besar bagi Malut United akibat tindakan indisipliner pemain dan ofisialnya, menambah daftar panjang denda ratusan juta rupiah yang harus ditanggung klub-klub Tanah Air.

Insiden Kembang Api dan Dampak Laga Persib Bandung

Panitia Pelaksana pertandingan PSIM Yogyakarta dijatuhi denda Rp40.000.000 terkait insiden penyalaan kembang api sebelum laga kontra Persis Solo pada 6 Februari 2026.

Kembang api dinyalakan oleh sekelompok orang dalam radius 150 meter dari hotel tempat tim Persis menginap, yang dinilai melanggar aspek keamanan dan kenyamanan tim tamu menjelang pertandingan.

Baca juga: Hasil Akhir Persebaya Vs PSM Makassar 1-0: Gali Freitas Pembeda, Modal Penting Jamu Persib Bandung

Sementara itu, dalam pertandingan Persib Bandung pada 6 Februari 2026, Malut United menerima sanksi denda Rp50.000.000.

Hukuman dijatuhkan karena tiga pemain dan dua ofisial mereka mendapatkan kartu kuning dalam satu pertandingan, yang oleh Komdis PSSI dinilai masuk kategori pelanggaran disiplin tim.

Pelanggaran Suporter Tamu dan Flare di Bali

Persebaya Surabaya juga tidak luput dari sanksi dalam laga tandang kontra Bali United FC pada 7 Februari 2026.

Ditemukan kehadiran suporter Persebaya sebagai suporter tim tamu, sehingga Persebaya dijatuhi denda Rp25.000.000 sesuai regulasi yang mengatur pembatasan kehadiran suporter tandang.

Baca juga: Borneo FC Vs Arema FC, Ajang Pembuktian Profesionalitas Joel Vinicius saat Hadapi Sang Mantan

Masih dari laga yang sama, Bali United justru menerima sanksi lebih besar.

Setelah pertandingan berakhir, terjadi penyalaan dua flare di Tribun Utara dan Tribun Timur oleh penonton tuan rumah.

Akibat insiden tersebut, Bali United didenda Rp60.000.000 karena dinilai gagal mengendalikan situasi di tribun stadion.

Denda Terbesar Persita dan Sanksi Arema FC

Persita Tangerang menerima sanksi denda terbesar dalam daftar ini, yakni Rp100.000.000, karena tim terlambat memasuki lapangan pada babak kedua dalam laga melawan Semen Padang FC pada 8 Februari 2026.

Keterlambatan selama 124 detik atau 2 menit tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius.

Selain denda klub, pemain Persita, Mario Jardel, menerima sanksi Teguran Keras dan kewajiban mengganti kerugian materil setelah terbukti melakukan perusakan fasilitas stadion dengan menendang pintu masuk.

Baca juga: Jadwal Lengkap Super League Pekan Ini: Kans Persib Meroket, Arema FC Jadi Batu Sandungan Borneo FC?

Di sisi lawan, Semen Padang FC didenda Rp30.000.000 akibat pelemparan air minum kemasan ke arah bench lawan oleh suporter dari Tribun Barat.

Tim PSM Makassar juga terkena denda Rp50.000.000 dalam pertandingan melawan PSBS Biak lantaran lima pemainnya mendapatkan kartu kuning dalam satu pertandingan.

Hukuman berat juga menimpa Arema FC dalam laga kontra Persija Jakarta pada 8 Februari 2026.

Arema FC didenda Rp25.000.000 akibat adanya suporter tamu di stadion.

Selain itu, tim Singo Edan juga dikenai denda tambahan Rp50.000.000 karena empat pemain dan satu ofisial mereka menerima kartu kuning dalam pertandingan yang sama.

Komitmen Disiplin Kompetisi

Rangkaian sanksi ini menunjukkan bahwa aspek disiplin baik di dalam maupun luar lapangan menjadi perhatian serius penyelenggara kompetisi.

Pelanggaran terkait suporter, flare, hingga akumulasi kartu kuning menjadi pola yang terus berulang dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Deretan Pemain Baru Arema FC Langsung Nyetel dengan Gaya Malangan, Bukti Sukses dalam Bursa Transfer

Dengan total denda yang mencapai ratusan juta rupiah hanya dalam tiga hari pertandingan, klub-klub diharapkan semakin meningkatkan pengawasan, edukasi suporter, serta kontrol terhadap pemain dan ofisial agar kompetisi berjalan lebih tertib dan profesional.

Super League musim ini bukan hanya soal persaingan di papan klasemen, tetapi juga tentang komitmen menjaga integritas dan keamanan sepak bola nasional.

(BolaSport.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.