Renungan Harian Katolik Kamis 26 Februari 2026, Mintalah, Ketuklah Pintu
Gordy Donovan February 26, 2026 07:47 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Kamis 26 Februari 2026.

Tema renungan harian Katolik "ketuklah Pintu".

Renungan harian Katolik untuk hari Kamis Pekan I Prapaskah, Santo Alexandros, Pengaku Iman, Santo Didakus Carvalho, Martir, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 26 Februari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 26 Februari 2026, Mintalah, Carilah, Ketoklah

Bacaan Pertama Ester 4:10a.10c-12.17-19

"Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, ya Tuhan."

Di kala bahaya maut menyerang, Ratu Ester pun berlindung pada Tuhan. Ia mohon kepada Tuhan, Allah Israel, katanya, “Ya Tuhan, Raja kami, Engkaulah yang tunggal. Tolonglah aku yang seorang diri ini.

Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku. Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku, bahwa Engkau, ya Tuhan, telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa dan nenek moyang kami telah Kaupilih dari antara sekalian leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi bagi-Mu; dan telah Kaulaksanakan bagi mereka apa yang telah Kaujanjikan.

Ingatlah, ya Tuhan, dan sudilah menampakkan diri-Mu di waktu kesesakan kami. Berikanlah kepadaku keberanian, ya Raja para allah dan Penguasa sekalian kuasa! Taruhlah perkataan sedap di dalam mulutku terhadap singa itu,

dan ubahlah hatinya sehingga menjadi benci kepada orang-orang yang memerangi kami, supaya orang itu serta semua yang sehaluan dengannya menemui ajalnya.

Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan-Mu, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang tidak mempunyai seorang pun selain Engkau, ya Tuhan.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 138:1-2a.2bc-3.7c-8
Ref. Pada hari aku berseru, Engkau menjawab aku, ya Tuhan.

Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus

Aku memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama-Mu, dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

Tuhan, tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bait Pengantar Injil Mzm 51:12a,14a
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Sang Raja kemuliaan kekal.

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.

Bacaan Injil Matius 7:7-12

"Setiap orang yang meminta akan menerima."

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Karena setiap orang yang meminta akan menerima, setiap orang yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu akan dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

"Mintalah, Carilah, Ketoklah"

Renungan Katolik Hari Ini: Tuhan Mengundang Kita untuk Meminta

Dalam Renungan Katolik Hari Ini, kita merenungkan sabda Yesus yang sangat terkenal dan penuh pengharapan: mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Mat 7:7).

Sabda ini sederhana, tetapi sangat dalam. Ia menyentuh inti relasi antara manusia dan Allah: hubungan anak dengan Bapa. Dalam Renungan Injil Harian ini, Yesus tidak berbicara tentang teknik doa, melainkan tentang sikap hati dalam berdoa percaya, tekun, dan bersandar.

Banyak orang berdoa, tetapi tidak semua sungguh “meminta” dengan iman. Banyak yang mencari, tetapi tidak sungguh “mencari” dengan kesetiaan. Banyak yang mengetok, tetapi hanya sekali lalu berhenti.

Yesus justru mengundang ketekunan.

Renungan Katolik Harian: Doa Bukan Formalitas

Dalam kehidupan rohani, doa bisa berubah menjadi rutinitas kosong. Kata-kata diucapkan, tetapi hati jauh. Dalam Renungan Katolik Harian berdasarkan Matius 7:7–12, Yesus mengajak kita kembali pada doa yang hidup doa yang lahir dari kebutuhan, kejujuran, dan relasi.

Meminta berarti:

mengakui keterbatasan
mengakui kebutuhan
mengakui bahwa kita tidak cukup sendirian
Doa sejati selalu dimulai dari kerendahan hati. Orang yang merasa tidak butuh Tuhan akan sulit berdoa dengan sungguh.

Tiga Kata Kerja Rohani: Meminta,  Mencari, Mengetok

Renungan Katolik Hari Ini menampilkan tiga gerak rohani yang meningkat:

- Meminta

Ini adalah langkah awal. Kita datang kepada Tuhan dengan kebutuhan nyata. Tidak perlu bahasa rohani rumit  cukup kejujuran.

-Mencari

Lebih aktif. Ada usaha. Ada keterlibatan. Kita tidak hanya menunggu jawaban, tetapi juga mencari kehendak Tuhan.

- Mengetok

Ada ketekunan. Ada kesabaran. Ada keberanian untuk tetap datang walau pintu belum langsung terbuka.

Dalam Renungan Injil Harian, ini menggambarkan doa yang hidup  bukan pasif, bukan sekali coba.

Renungan Katolik Kamis: Mengapa Doa Seolah Tidak Dijawab?
Pertanyaan yang sering muncul dalam Renungan Katolik Harian:

“Kalau Tuhan berkata mintalah mengapa tidak semua doa dikabulkan?”

Jawabannya terletak pada siapa Tuhan itu Bapa. Yesus memberi perbandingan: orang tua tidak memberi batu kepada anak yang minta roti. Artinya, jawaban Tuhan selalu lahir dari kasih dan kebijaksanaan, bukan sekadar permintaan literal.

Kadang:

kita minta cepat Tuhan memberi proses
kita minta hasil Tuhan memberi pertumbuhan
kita minta jalan mudah Tuhan memberi kekuatan
Doa tidak selalu mengubah situasi tetapi selalu bisa mengubah hati.

Allah sebagai Bapa: Dasar Keberanian Berdoa
Inti Renungan Katolik Hari Ini adalah gambaran Allah sebagai Bapa yang baik. Ini dasar keberanian kita untuk datang tanpa takut.

Bukan:

hakim yang dingin
penguasa jauh
pribadi tak peduli
Melainkan Bapa yang mengenal kebutuhan anak-Nya.

Dalam spiritualitas Katolik, kesadaran akan kebapaan Allah membentuk doa yang penuh kepercayaan (trustful prayer).

Renungan Injil Harian: Doa dan Kehendak Tuhan
Meminta bukan berarti memaksa Tuhan mengikuti kehendak kita. Doa Kristen selalu terbuka pada kehendak Allah.

Itulah sebabnya doa terbaik selalu mengandung sikap:

“Terjadilah kehendak-Mu.”
Dalam Renungan Katolik Harian, kedewasaan doa terlihat ketika seseorang tetap percaya meski jawabannya berbeda dari harapan awal.

Aturan Emas: Inti Hukum dan Para Nabi

Bacaan ini ditutup dengan kalimat yang sangat penting:

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.

Ini disebut Golden Rule aturan emas kehidupan moral.

Menariknya, Yesus menghubungkan doa dengan tindakan. Artinya: orang yang sungguh berdoa → harus berubah dalam cara memperlakukan sesama.

Renungan Katolik Hari Ini menegaskan: doa sejati selalu menghasilkan kasih nyata.

Renungan Katolik Harian: Doa Tidak Boleh Egois

Jika kita rajin meminta kepada Tuhan, tetapi tidak peduli pada sesama  ada yang salah dalam doa kita.

Doa membuka hati  bukan mempersempitnya.

Buah doa yang sehat:

lebih sabar
lebih murah hati
lebih lembut
lebih adil
lebih peka
Kalau doa membuat kita makin keras berarti bukan Roh Tuhan yang memimpin.

Doa Penutup

Bapa yang baik, Engkau mengundang aku untuk meminta, mencari, dan mengetok.

Ajari aku berdoa dengan tekun, percaya tanpa ragu, setia tanpa lelah.
Bentuk hatiku agar doaku melahirkan nyata bagi sesamaku. Amin.  (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.