Ayah Aniaya Anak Kandung Lalu Merekamnya, Minta Uang ke Istri yang TKW di Taiwan, Ini Nasibnya Kini
Murhan February 26, 2026 07:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang ayah tega menganiaya anak kandung lalu merekamnya untuk meminta uang pada istrinya yang bekerja sebagai TKW di Taiwan.

Kini, sang ayah itu telah ditangkap polisi setelah videonya viral di media sosial.

Motif pelaku ini diungkap Kapolres Sragen, AKBP Dewina Syamsu Indyasari.

Pelaku adalah P (47), seorang ayah di Kecamatan Gesi, Sragen.

Dia tega melakukan hal tersebut karena ingin meminta uang kepada istrinya yang sedang bekerja di Taiwan.

Baca juga: Residivis di Tabalong Simpan 1 Kilogram Sabu di Rumah, Polisi Buru Pemasok Asal Buntok

Dalam rekaman tersebut, terlihat pelaku tega melakukan serangkaian kekerasan fisik hingga balita perempuan tersebut menangis kesakitan.

Usai kejadian, P dikabarkan kabur. Kemudian, pada Sabtu (21/2/2026), polisi berhasil menangkap pelaku di Boyolali.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, bahwa pelaku diketahui sudah beberapa kali melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya.

Dewiana telah menelepon langsung ibu korban yang sedang berada di Taiwan.

"Sempat juga saya video call ibu dari korban. Jadi ibu korban masih ada di Taiwan. Memang keterangan ibu korban untuk kekerasan yang dilakukan ayahnya ini sebetulnya bukan hanya kali ini. (Sudah) beberapa kali. Hanya memang tidak pernah di video," kata Dewiana di Mapolres Sragen, Jawa Tengah, Rabu (25/2/2026).

Ingin Minta Uang ke Istri

Dewiana mengatakan, pelaku sempat mengirimkan video kekerasan tersebut kepada istrinya.

Meski akhirnya dihapus, ibu korban sudah berhasil menyimpan rekaman itu dan mengirimkan kepada keluarganya di Sragen.

"Kebetulan kemarin pelaku ini melakukan kekerasan sambil memvideo. Kemudian (pelaku) mengirimkan video ke ibu korban walaupun langsung dihapus (pelaku). Tapi untung ibu dari korban sempat save. Sehingga bisa mengirimkannya ke keluarganya di Sragen dan sempat viral," imbuh dia.

Kapolres mengungkap, pelaku nekat menganiaya anak kandungnya karena ingin meminta uang kepada istrinya yang bekerja di Taiwan.

"Alasan minta uang untuk kehidupan sehari-hari," ujar dia.

Sementara itu, saat ini Polres Sragen terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada korban.

"Korban kita terus pantau ada pendampingan juga dari UPTD PPA Sragen dan dari PPA kami juga melakukan pemantauan. Kemarin sempat datang juga mengunjungi untuk melihat perkembangan kondisi korban," kata dia.

Menurutnya, korban masih mengalami trauma karena mendapatkan kekerasan dari ayah kandungnya.

"Alhamdulillah (kondisinya) berangsur membaik tapi untuk traumanya masih terlihat. Namanya mengalami kekerasan anak sekecil itu tentu tidak mudah untuk menghilangkan traumanya," imbuh dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.