Mengutip Tribunnews pada (26/2), Profesor Madya Ilmu Politik, Fakultas Politik dan Ekonomi, Universitas Beni Suef, Mesir, Nadia Helmy bersuara.
China memantau perang Ukraina untuk menarik pelajaran strategis menghadapi potensi konflik dengan AS, khususnya terkait Taiwan.
Profesor Nadia Helmy menyebut Beijing mengerahkan ratusan peneliti dari lembaga terafiliasi militer dan pertahanan.
Tujuannya untuk menganalisis efektivitas senjata serta teknologi Barat di medan perang.
Fokus kajian meliputi rudal Javelin, jaringan satelit Starlink, penggunaan drone murah, serta kelemahan Rusia dalam perang elektronik.
“Para peneliti di Tentara Pembebasan Rakyat sangat ingin menganalisis berbagai jenis, teknologi, dan taktik senjata AS dan Barat di lapangan di Ukraina,” kata Helmy, dikutip dari Modern Diplomacy, Rabu (25/2/2026).
Sejumlah lembaga seperti RAND Corporation dan CSIS menilai perang ini memberi China wawasan penting tentang perang modern.
Di sisi lain, laporan RUSI menyebut komponen buatan China banyak ditemukan dalam sistem senjata Rusia.
Bahkan, sekira 80 persen komponen elektronik drone Rusia diduga berasal dari China.
Beijing juga dituduh memasok citra satelit untuk membantu operasi militer Moskow.
Program: Tribun Video Update
Host: Yessy Arisanti Wienata
Editor Video: Hadiyya Qurrata
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
#China #Rusia #Ukraina #Taiwan #ChinaTaiwan #RusiaUkraina #AsiaPasifik #Geopolitik #MiliterChina #PersenjataanBarat #StrategiPerang #KeamananGlobal #UpdateInternasional #BreakingNews #TribunVideo