Senasib Alyssa Soebandono, Isyana Sarasvati Tegaskan Bukan Penerima Beasiswa LPDP: Ingin Meluruskan
Murhan February 26, 2026 07:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Serupa artis Alyssa Soebandono, penyanyi Isyana Sarasvati juga buka suara setelah beredar informasi di sosial media disebutkan dirinya sebagai penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Lewat postingan di Instagram pribadinya, Isyana memberikan klarifikasi atas informasi yang dinilainya tidak akurat.

Dia mengklarifikasi soal dirinya sebagai penerima beasiswa LPDP yang sempat beredar di media.

Pelantun lagu Lexicon itu menegaskan dirinya tidak pernah menerima beasiswa dari LPDP.

"Saya ingin menegaskan bahwa saya TIDAK PERNAH menerima beasiswa LPDP," tulisnya.

Baca juga: Jumlah Uang Beasiswa LPDP yang Diterima Suami Tyas dan Harus Dikembalikan, Belum Termasuk Bunga

Ia pun berharap ke depan media dapat lebih cermat dan bertanggung jawab dalam memverifikasi informasi sebelum dipublikasikan.

Sebagai informasi, Isyana merupakan alumnus dua institusi musik bergengsi, yakni Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) Singapura untuk jenjang Diploma, serta Royal College of Music (RCM) Inggris untuk program Sarjana dan Master.

Isyana menjadi figur publik kedua yang memberikan bantahan terkait status awardee LPDP setelah sebelumnya Alyssa Soebandono juga menyampaikan klarifikasi serupa.

Sejumlah selebritas Indonesia yang pernah tercatat sebagai awardee LPDP pun ikut menjadi perhatian masyarakat.

Salah satunya adalah Tasya Kamila, yang bahkan sempat angkat bicara untuk menjelaskan kontribusi dan pengabdiannya bagi Indonesia selama menjalani masa bakti.

Sorotan terhadap para penerima beasiswa LPDP mencuat usai kasus yang melibatkan Arya Pamungkas Iwantoro dan Dwi Sasetyaningtyas menjadi perbincangan luas.

Pasangan suami istri penerima beasiswa tersebut menuai perhatian publik setelah Dwi mengunggah video yang memicu kontroversi dan kemarahan warganet.

Dalam video tersebut, dia dinilai merendahkan Indonesia lewat pernyataannya yang bangga anaknya menjadi Warga Negara Asing (WNA).

"Cukup aku saja yang WNI, anakku jangan," ucapnya.

Senasib Alyssa Soebandono

Alyssa Soebandono buka suara soal kabar yang menyebut dirinya pernah menjadi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). 

Ternyata, dia tak masuk daftar penerima beasiswa LPDP.

“Faktanya, saya bukanlah penerima beasiswa LPDP dan tidak pernah mendaftarkan diri,” tulis perempuan yang akrab disapa Icha itu melalui unggahan Tibra Overseas, Rabu (25/2/2026).

Dude Harlino dan Alyssa Soebandono.
Dude Harlino dan Alyssa Soebandono. (Instagram @dude2harlino)

Pemain sinetron Inikah Rasanya tersebut membenarkan bahwa dirinya pernah menempuh pendidikan di Monash University.

Namun, seluruh biaya pendidikan S1 itu ditanggung secara mandiri tanpa bantuan pemerintah. 

Alyssa menegaskan, ia justru memperoleh beasiswa penuh untuk jenjang S2 dari London School of Public Relations (LSPR). 

“Saya menempuh S1 di Monash University (biaya sendiri) dan S2 mendapatkan beasiswa di London School of Public Relations,” lanjutnya.

Alyssa berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahan informasi yang beredar.

LPDP Jadi Sorotan Belakangan, penerima beasiswa LPDP menjadi sorotan publik setelah mencuatnya kasus Arya Pamungkas Iwantoro dan Dwi Sasetyaningtyas.

Pasangan suami istri tersebut ramai diperbincangkan setelah Dwi Sasetyaningtyas mengunggah video yang menuai kontroversi dan memicu kemarahan warganet.

Dalam video itu, Dwi dinilai merendahkan Indonesia lewat pernyataannya yang bangga anaknya menjadi warga negara asing (WNA), dengan mengatakan, “cukup aku saja yang WNI, anakku jangan.”

Tasya Beberkan Kontribusinya

Tak hanya masyarakat biasa, tapi beberapa publik figur juga ada yang tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP, salah satunya Tasya Kamila.

Tasya Kamila dalam unggahannya akhirnya buka suara setelah dirinya juga disorot sebagai penerima beasiswa LPDP dan dipertanyakan perihal kontribusi terhadap Tanah Air.

"Buatku, kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau ‘investasi’ kita menghasilkan output yang baik buat bangsa," tulis Tasya, dikutip dari Selasa (24/2/2026).

Tasya meraih gelar magister (S2) di bidang Public Administration in Energy and Environmental Policy dari Columbia University dan telah lulus delapan tahun lalu.

Pilihan jurusan tersebut diambil karena ia pernah dipercaya sebagai Duta Lingkungan Hidup pada 2005.

Tak hanya itu, Tasya juga menyampaikan ia memiliki impian untuk menjadi menteri, sehingga merasa perlu membekali diri dengan pengetahuan yang selaras dengan cita-citanya.

Selama menjalani studi, ia terlibat aktif dalam berbagai organisasi internasional, mengikuti program magang di Kementerian ESDM, mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur, serta menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan IPK 3,75.

Pelantun Libur Telah Tiba itu menjelaskan secara detail bentuk kontribusinya setelah menyelesaikan pendidikan melalui program LPDP.

Usai kembali ke tanah air, Tasya Kamila menjalani Masa Bakti LPDP 2n+1 pada periode 2018–2023 dengan berbagai bentuk kontribusi nyata.

Tasya merinci tujuh kontribusi yang telah dilakukannya.

Selain kembali ke Indonesia dan berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam kapasitasnya sebagai figur publik, ia juga aktif dalam isu keberlanjutan.

"Salah satunya melakukan gerakan akar rumput (grassroot movement) untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia,” tulis Tasya.

Ia turut memberdayakan generasi muda melalui talkshow, seminar, serta lokakarya yang membahas pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan.

Tak hanya itu, Tasya juga memaksimalkan media sosialnya sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Tasya menilai penerima beasiswa LPDP memiliki banyak cara untuk berkontribusi bagi negara, baik melalui jalur konvensional maupun pendekatan modern.

"Baik itu secara konvensional (seperti bekerja di kantor), maupun secara modern (seperti menjadi influencer yang bisa menggerakkan semangat hingga suatu aksi bisa menjadi policy, and vice versa)," tulis Tasya.

Istri Randi Bachtiar tersebut pun menekankan perannya sebagai ibu rumah tangga tidak menjadi penghalang untuk tetap memberi dampak positif, khususnya melalui pemanfaatan media sosial dalam menjangkau serta mengedukasi masyarakat luas.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.