TRIBUNKALTIM.CO - San Siro yang harusnya membawa keuntungan bagi AC Milan, kini justru jadi "neraka" bagi Rossoneri.
San Siro selama ini dikenal sebagai benteng kokoh bagi AC Milan.
Namun musim ini, anggapan tersebut mulai goyah.
Baca juga: Mario Gila Bikin Lazio Dilema, AC Milan dan Inter Milan Siaga
Rossoneri justru menunjukkan performa kandang yang jauh dari kata meyakinkan.
Seiring berjalannya musim, masalah AC Milan di San Siro semakin terlihat jelas.
Rekor mereka memang tidak sepenuhnya buruk, tetapi terlalu banyak hasil imbang membuat potensi poin terbuang sia-sia.
Secara teori, bermain di kandang memberi keuntungan tersendiri, terlebih dengan dukungan AC Milanisti yang hampir selalu memenuhi stadion.
Baca juga: Upaya Juventus Gagal, Mike Maignan Pilih Tetap Setia dengan AC Milan
Dua laga kandang terakhir bahkan terjual habis, begitu pula laga derby kontra Inter AC Milan.
Atmosfer diyakini telah kembali hidup, namun pasukan Massimiliano Allegri belum benar-benar mampu memaksimalkannya.
Musim ini, AC Milan telah memainkan 13 laga kandang di Serie A.
Baca juga: Hanya Bersaing dengan West Ham United dan Brighton, AC Milan Terdepan Datangkan Joe Gomez
Hasilnya: tujuh kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan, yang semuanya terjadi di San Siro.
Total 25 poin dari 13 laga (rata-rata 1,92 poin per pertandingan) memang bukan catatan buruk, tetapi juga jauh dari impresif untuk tim yang bersaing di papan atas.
Sebagai perbandingan, Inter yang memimpin klasemen sudah mengumpulkan 31 poin di kandang, unggul enam angka.
Bahkan dalam hal rekor kandang, AC Milan tertinggal dari Roma, Napoli, Juventus, hingga Atalanta, seluruh pesaing zona Liga Champions memiliki performa kandang yang lebih baik.
Baca juga: Link Live Streaming AC Milan vs Parma di Liga Italia Malam Ini, Kick-off Jam 00.00 WIB
Sebagai catatan tambahan, AC Milan bahkan belum mampu mengalahkan Bologna (Rossoblu) di San Siro sejak 2022.
Sebuah indikasi bahwa dominasi kandang mereka tak lagi konsisten.
Jika dibandingkan dengan musim lalu, situasinya memang tak jauh berbeda.
Baca juga: Link Live Streaming AC Milan vs Parma di Liga Italia Malam Ini, Kick-off Jam 00.00 WIB
Saat itu, AC Milan mencatatkan persentase kemenangan kandang 47 persen dengan rata-rata 1,80 poin per laga, sedikit lebih rendah dari musim ini.
Namun, musim tersebut diwarnai ketegangan internal dan atmosfer klub yang kurang kondusif.
Bila melihat lebih jauh ke belakang, mulai dari musim Scudetto hingga musim terakhir era Stefano Pioli, AC Milan tak pernah mencatat kurang dari 12 kemenangan kandang per musim, dengan total poin minimal 40.
Rata-rata kemenangan mencapai setidaknya 63 % , dengan 2,11 poin per pertandingan.
Baca juga: AC Milan Butuh Tiket Liga Champions untuk Bisa Datangkan Pemain Sekaliber Leon Goretzka
Jelas terdapat perbedaan signifikan dibandingkan kondisi saat ini.
Menariknya, performa kandang yang benar-benar menurun sebelumnya terjadi pada musim 2020/21, ketika Rossoneri hanya meraih 30 poin di kandang, angka yang kini hanya terpaut lima poin dari capaian musim ini.
Lemahnya performa kandang berpotensi besar memengaruhi perburuan gelar.
Baca juga: Fabregas Terapkan Taktik Khusus Ketika Como Tahan AC Milan, Lini Tengah Rossoneri tak Berkutik
Jika dua hasil imbang musim ini bisa dikonversi menjadi kemenangan, AC Milan hanya akan tertinggal satu kemenangan dari Inter.
Dalam persaingan menuju Liga Champions pun, margin kecil bisa menjadi penentu.
Masih ada waktu untuk memperbaiki situasi, dan statistik kandang masih bisa diselamatkan.
Namun sejauh ini, sulit menyangkal bahwa perolehan poin di San Siro menjadi salah satu kekhawatiran utama.
Bahkan, bukan tidak mungkin manajemen semakin terdorong mempercepat proyek stadion baru, dengan harapan suasana baru dapat membawa peruntungan baru pula bagi Rossoneri. (*)