SRIPOKU.COM, PALEMBANG -Putra Alex Noerdin, Dodi Reza Alex Noerdin, tampak sangat terpukul atas wafatnya sang ayah pada usia 75 tahun, Rabu siang (25/2/2026) di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta Selatan, akibat infeksi kantong empedu.
Dalam suasana duka, Dodi mengungkapkan bahwa keluarga menyaksikan langsung detik-detik terakhir kepergian almarhum.
“Kami menyaksikan secara langsung bahwa Beliau meninggalkan kita semua dengan tenang,” ujar Dodi di rumah duka kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Ia menuturkan, saat itu keluarga berada di sisi sang ayah ketika mengembuskan napas terakhir.
Di tengah kesedihan yang mendalam, Dodi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila semasa hidup almarhum pernah melakukan kesalahan.
“Atas nama keluarga besar saya mohon maaf jika semasa hidup Almarhum pernah berbuat salah,” katanya.
Ia kembali menegaskan harapannya agar segala kekhilafan ayahnya dapat dimaafkan serta didoakan.
“Kami mohon kesalahan Beliau selama hidup agar dimaafkan. Kami juga mohon doa agar Beliau bisa tenang di peristirahatan terakhir,” ucapnya.
Menurut Dodi, atas permintaan masyarakat Sumatera Selatan, jenazah akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Agung Palembang sebelum dimakamkan di TPU Kebun Bunga Palembang setelah salat dzuhur.
“Usai disalatkan akan dimakamkan di TPU Kebun Bunga,” jelasnya.
Meski almarhum wafat dengan status sebagai narapidana dalam kasus korupsi yang pernah menjeratnya, Dodi berharap masyarakat tetap mendoakan dan memaafkan kesalahan ayahnya, serta mengenang kebaikan dan amal ibadahnya semasa hidup.
Baca juga: Jenazah Alex Noerdin Akan Disalatkan di Masjid Agung Palembang Hari Ini, Dimakamkan di Kebun Bunga
Di mata Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ilyas Panji Alam, Alex Noerdin merupakan figur pemimpin visioner yang memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan daerah.
Dikutip dari akun Instagram @ilyas_panjialam pada Rabu (25/2/2026), tergambar kondisi Alex Noerdin sebelum meninggal dunia.
Dalam unggahan tersebut, terlihat ia terbaring lemah di ruang perawatan.
Ilyas juga menuliskan doa dan harapan untuk kesembuhan sang mantan gubernur melalui caption yang menyentuh.
“Menjenguk sosok guru sekaligus pelopor kemajuan Sumatera Selatan, Bapak Alex Noerdin, yang saat ini sedang menjalani perawatan di Jakarta.
Kita semua tentu ingat betul bagaimana tangan dingin beliau menghadirkan Sekolah Gratis dan Berobat Gratis pertama di Indonesia.
Dibulan yang suci dan baik ini, Mohon doa setulus hati dari seluruh masyarakat Sumsel untuk kesembuhan beliau. Semoga Allah SWT mengangkat penyakitnya dan memberikan kekuatan serta kesehatan seperti sedia kala. Aamiin ya Robbal Alamin.”
Doa dan dukungan pun membanjiri kolom komentar. Sejumlah warganet menuliskan harapan kesembuhan, di antaranya, “Semoga pak alex sehat seperti sediakala,” serta, “Sehat selalu pak alex terima kasih berkat programmu, aku yang dulu bisa sekolah GRATIS.”
Ilyas menilai almarhum sebagai sosok pekerja keras yang meninggalkan warisan nyata bagi Sumsel, terutama melalui program sekolah gratis dan berobat gratis yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Beliau adalah sosok pemimpin yang punya visi jauh ke depan dan berani mengambil langkah besar demi kemajuan Sumsel,” ungkap Ilyas.
Kepergian Alex Noerdin bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi masyarakat Sumatera Selatan yang pernah merasakan kepemimpinannya selama satu dekade.
Doa dan penghormatan terus mengalir sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya untuk daerah.