Jalani Peran sebagai Ibu & Dosen, Eka Tempuh Perjalanan Aceh-Bogor Demi Lulus S3 IPB
GH News February 26, 2026 10:09 AM
Jakarta -

Status sudah berkeluarga dan terpisah jarak jauh dengan orang tercinta bukan halangan bagi Ekamaida. Dengan keteguhannya menempuh studi, ia berhasil lulus dari program doktoralnya di IPB University dengan beasiswa LPDP.

Eka sapaannya, merupakan dosen di Universitas Malikussaleh, Aceh sekaligus berperan sebagai ibu. Namun, tekadnya menempuh studi lanjut, membuatnya harus berjarak dari keluarganya ribuan kilometer.

Seperti apa kisahnya sampai berkuliah S3 di IPB University?

Sempat Gagal Raih Beasiswa, Tapi Diterima LPDP

Sebelum ke IPB University, Eka lebih dulu berjuang mendapatkan beasiswa. Sayangnya, ia harus ditolak dari Beasiswa Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) pada 2019.

Kegagalan itu membuat Eka harus menunda rencana kuliahnya selama satu tahun. Namun ia memilih untuk terus mengejar mimpinya.

Eka bertahan dan mencoba kesempatan baru dengan mendaftar LPDP pada 2020. Tak diduga, percobaannya membuahkan hasil. Ia diterima di program S3 IPB University.

"Mungkin saat itu belum rezeki saya. Allah ganti dengan LPDP, dan itu rezeki luar biasa," ucapnya dalam laman resmi IPB, dikutip Rabu (25/2/2026).

"Alhamdulillah saya lulus LPDP, lalu mendaftar kembali pada 2020 dan mulai kuliah di IPB University," imbuhnya.

Kekuatan sebagai Seorang Ibu

Bagi Eka, kekuatan yang membuat ia bertahan yakni perannya sebagai seorang ibu. Menurutnya, saat memandang anak, ia ingin terus maju.

"Saya sering lelah, tapi melihat anak membuat saya ingat alasan mengapa harus terus maju," ungkapnya.

Eka mengakui, bahwa peran sebagai ibu dan dosen sekaligus, tidaklah mudah. Namun, ia ingin menyuarakan kepada wanita lain bahwa mimpi tidak boleh berhenti apa pun keadaannya.

"Peran sebagai ibu, dosen, dan mahasiswa memang tidak mudah. Tapi mimpi tidak boleh berhenti hanya karena keadaan. Selama ada ikhtiar dan doa, Allah akan bukakan jalan," tuturnya.

Berhasil Menuntaskan Studi di IPB University

Dengan segala tantangan yang ada, Eka akhirnya berhasil menuntaskan studi doktoralnya di IPB University. Selama kuliah, Eka mengaku lingkungan di program studi (prodi) Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Sekolah Pascasarjana, mendukung proses belajarnya.

"Dengan dosen, pembimbing, staf akademik, semua sangat suportif. Di IPB saya merasa nyaman," ujar dosen Program Studi Agribisnis tersebut.

Meski begitu, ia mengakui sempat mengalami hambatan selama kuliah. Terutama karena harus membagi kewajiban sebagai mahasiswa, pengajar, dan seorang ibu.

Terlebih, kata Eka, anaknya mengalami skoliosis sehingga ia harus pulang mendadak. Pada titik tertentu, ia mengatakan hampir menyudahi studinya, tapi berhasil bertahan meski harus sering menempuh perjalanan Aceh-Bogor.

"Hambatan terbesar karena saya harus berperan ganda. Anak saya ada kondisi skoliosis, jadi kadang saya harus pulang mendadak. Ditambah kondisi kesehatan pribadi, itu cukup menguras energi," katanya.

"Yang namanya kuliah pasti ada tantangan. Tapi karena ada dukungan pembimbing, keluarga, dan teman-teman, saya merasa tantangan itu bukan penghalang. Insyaallah kalau kita mau berusaha, jalan selalu ada," tambahnya

Eka menyampaikan bahwa gelar doktor yang diraihnya bukan sekadar capaian akademik. Baginya, itu adalah bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, melainkan ruang untuk membuktikan keteguhan hati.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.