BPJS Kesehatan Cikarang Dorong Fasilitas Kesehatan Terapkan Antrean Online
Joseph Wesly February 26, 2026 11:39 AM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- BPJS Kesehatan Cikarang mendorong agar fasilitas kesehatan melakukan transformasi digital dalam melayani masyarakat.

Masyarakat juga diminta untuk menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah akses layanan kesehatan tanpa perlu repot menyiapkan persyaratan secara fisik.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Erwin Fadilah, menyampaikan bahwa transformasi digital di fasilitas kesehatan merupakan langkah strategis untuk memastikan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional berjalan cepat, transparan, dan setara bagi seluruh peserta di Kabupaten Bekasi.

“Melalui antrean online, bridging klaim, rekam medis elektronik, hingga implementasi biometrik, kami ingin memastikan peserta mendapatkan kepastian layanan tanpa waktu tunggu panjang serta sistem pembiayaan yang akuntabel,” ujar Erwin kepada Tribun Bekasi pada Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa kemitraan antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan dibangun dalam posisi setara, bukan hubungan subordinatif, karena masing-masing memiliki peran penting dalam menjamin keberlangsungan layanan kesehatan masyarakat.

“Kami memastikan kepesertaan dan pembayaran berjalan lancar, sementara rumah sakit dan puskesmas memastikan mutu pelayanan tetap optimal sebagai representasi hadirnya negara dalam sistem jaminan kesehatan,” tegasnya.

Untuk, BPJS Kesehatan Cikarang memberikan penghargaan kepada 40 fasilitas kesehatan yang menerapkan transformasi digital.

Penghargaan itu diberikan 7 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 33 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Penghargaan diberikan secara simbolis kepada Klinik Sapta Mitra Cikarang, Puskesmas Sri Amur, RS dr. Abdul Radjak Cibitung, RS DKH Sukatani, RS Sentra Medika dan Klinik Utama Adistia.

Erwin menambahkan bahwa penghargaan transformasi digital diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada fasilitas kesehatan yang konsisten mengimplementasikan inovasi layanan berbasis teknologi secara bertahap dari bintang satu hingga bintang tujuh.

“Capaian pemanfaatan layanan digital yang telah melampaui lima puluh persen menjadi indikator bahwa perubahan ini nyata dirasakan masyarakat dan harus terus kita dorong agar semakin merata,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sriamur Kecamatan Tambun Utara, Wiraatmaja, menilai penghargaan tersebut menjadi motivasi penting bagi FKTP untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui integrasi sistem digital.

Ia menambahkan bahwa implementasi antrean online, integrasi aplikasi, serta pemanfaatan sistem digital di FKTP membantu tenaga kesehatan mengatur alur pelayanan secara lebih efisien dan meminimalkan kepadatan pasien di ruang tunggu.

“Dengan sistem yang semakin terintegrasi, kami bisa lebih fokus pada mutu pemeriksaan dan keselamatan pasien, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan puskesmas terus meningkat dari waktu ke waktu,” kata dia. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.