Sosok Amizaro Waruwu Bupati Nias Utara yang Sujud di Forum Nasional: Kami Capek Miskin
M Zulkodri February 26, 2026 01:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Nama Amizaro Waruwu mendadak menjadi sorotan nasional setelah aksinya yang tak biasa dalam rapat koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Di hadapan sejumlah pejabat tinggi negara, Bupati Nias Utara itu bersujud usai memaparkan kondisi kemiskinan di daerahnya.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, bersama sejumlah pejabat kementerian dan lembaga lainnya.

Sujud di Forum Nasional

Dalam forum tersebut, Amizaro menyampaikan potret kemiskinan dan berbagai keterbatasan infrastruktur yang masih dihadapi Kabupaten Nias Utara, salah satu wilayah yang masuk kategori daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Usai menyampaikan laporan, ia tiba-tiba bersujud di samping podium. Dengan suara bergetar, ia memohon perhatian dan bantuan pemerintah pusat.

“Kami sudah capek miskin. Kami mewakili kawan-kawan daerah 3T,” ujarnya.

Ia juga memohon akses untuk bisa menyampaikan langsung aspirasi daerahnya kepada Presiden Republik Indonesia.

Aksi tersebut sontak menjadi perbincangan luas, baik di ruang rapat maupun di media sosial.

Sebagian menilai langkah itu sebagai bentuk keputusasaan sekaligus simbol perjuangan kepala daerah untuk warganya.

Lahir dan Besar di Nias Utara

Amizaro Waruwu lahir di Fadoro, Nias Utara, Sumatera Utara, pada 23 Maret 1976.

Ia tumbuh dan besar di wilayah yang kini dipimpinnya.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 071143 Afulu (1984–1990), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Afulu (1990–1993) dan SMU Negeri 1 Lahewa (1994–1997). Ia kemudian meraih gelar sarjana dari IKIP Gunungsitoli pada 2003.

Latar belakang pendidikan keguruan itu membentuknya sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat akar rumput sebelum terjun ke dunia politik.

Karier Politik dari DPRD hingga Bupati

Amizaro memulai karier politiknya dengan bergabung ke Partai Pelopor.

Ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Nias Utara periode 2009–2014.

Setelah itu, ia berlabuh ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan kembali duduk sebagai anggota DPRD untuk periode 2014–2019.

Pada 2019, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara melalui mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW).

Langkah politiknya semakin mantap ketika ia maju dalam Pilkada 2020 berpasangan dengan Yusman Zega.

Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dan resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nias Utara.

Pada Pilkada 2024, keduanya kembali maju. Kali ini mereka diusung koalisi besar yang terdiri dari NasDem, Hanura, PAN, Golkar, Gerindra, PDIP, dan PSI.

Berdasarkan data KPU, pasangan Amizaro–Yusman meraih 47.562 suara, mengungguli kotak kosong yang memperoleh 11.250 suara.

Harta Kekayaan

Sebagai pejabat publik, Amizaro juga melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024.

Total kekayaan yang dilaporkannya mencapai Rp1.661.374.199. Aset tersebut didominasi tanah dan bangunan senilai Rp1,225 miliar yang tersebar di Nias Utara dan Kota Gunungsitoli.

Ia juga memiliki satu unit mobil Daihatsu tahun 2015 senilai Rp155 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp281 juta. Dalam laporan tersebut, tidak tercatat adanya utang.

Simbol Perjuangan Daerah 3T

Aksi sujud Amizaro Waruwu dinilai sebagian kalangan sebagai simbol kegelisahan kepala daerah di wilayah 3T yang masih bergulat dengan persoalan kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, dan akses pembangunan.

Sebagai kepala daerah yang lahir dan besar di Nias Utara, Amizaro tampak ingin menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan bukan sekadar data statistik, melainkan realitas yang dirasakan langsung oleh masyarakatnya.

Terlepas dari pro dan kontra atas aksinya, nama Amizaro Waruwu kini menjadi perbincangan nasional.

Ia tampil sebagai figur yang berupaya mengetuk perhatian pemerintah pusat demi percepatan pembangunan di wilayah paling utara Kepulauan Nias tersebut.

Harta Kekayaan

Amizaro Waruwu memiliki harta kekayaan mencapai Rp.1.661.374.199.

Jumlah tersebut ia laporkan ke  Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2024.

Berikut rincian lengkapnya:

Tanah Dan Bangunan Rp. 1.225.000.000

Tanah Seluas 500 M2 Di Kab / Kota Nias Utara, Hasil Sendiri Rp. 50.000.000
Tanah Seluas 60.000 M2 Di Kab / Kota Nias Utara, Rp. 150.000.000
Tanah Dan Bangunan Seluas 200 M2/150 M2 Di Kab / Kota Kota Gunung Sitoli, Hasil Sendiri Rp. 800.000.000
Tanah Seluas 300 M2 Di Kab / Kota Nias Utara, Hasil Sendiri Rp. 75.000.000
Tanah Seluas 398 M2 Di Kab / Kota Nias Utara, Hasil Sendiri Rp. 80.000.000
Tanah Seluas 450 M2 Di Kab / Kota Kota Gunung Sitoli, Hasil Sendiri Rp. 20.000.000
Tanah Seluas 12.000 M2 Di Kab / Kota Nias Utara, Hasil Sendiri Rp. 50.000.000
Alat Transportasi Dan Mesin Rp. 155.000.000

Mobil, Daihatshu 3100rs Emqf3 Tahun 2015, Hasil Sendiri Rp. 155.000.000
Baca juga: Profil Syukur Iwantoro, Mertua Dwi Sasetyaningtyas Penerima Beasiswa LPDP, Mantan Sekjen Kementan

Harta Bergerak Lainnya Rp. ----

Surat Berharga Rp. ----

Kas Dan Setara Kas Rp. 281.374.199

Harta Lainnya Rp. ----

Sub Total Rp. 1.661.374.199

Utang Rp. ----

Total Harta Kekayaan Rp. 1.661.374.199

(Tribunnews.com/Endra/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.