Hotman Paris Minta Presiden Cabut Kewarganegaraan Dwi Sasetyaningtyas: Aku Somasi Kamu
Evan Saputra February 26, 2026 12:38 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turut angkat bicara terkait polemik viral yang menyeret nama penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas.

Hotman menyoroti pernyataan Dwi yang mengaku tidak rela apabila anaknya berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Ia menilai pernyataan tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seseorang yang pernah memperoleh beasiswa dari Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP).

Baca juga: Ibu Tiri Ungkap Kelakuan Ayah Kandung di Balik Kematian Bocah Sukabumi

Menurutnya, beasiswa LPDP bersumber dari anggaran negara yang dihimpun dari pajak masyarakat. Karena itu, ia merasa keberatan atas pernyataan tersebut.

"Hei, kamu yang teriak-teriak mengatakan tidak mau anaknya WNI sedangkan kamu, menginjak luar negeri adalah uang dari beasiswa negara. Aku somasi kamu. Hei, kembalikan itu beasiswa, atau kamu minta maaf kepada publik," kata Hotman seperti dikutip dari Instagramnya pada Rabu (25/2/2026).

Hotman menegaskan bahwa dana LPDP berasal dari kontribusi pajak rakyat, termasuk Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ia mengaku tersinggung sebagai warga negara yang taat membayar pajak.

"Lu tau enggak uang yang menyekolahkan kamu juga, termasuk uang pajak yang dari gue ini juga ada di situ. Uang pajak rakyat. Dari pajak PPh pajak PPN," katanya.

Usul Pencabutan Kewarganegaraan

Tak berhenti di situ, Hotman bahkan menyampaikan usulan agar kewarganegaraan Dwi dicabut. Ia menyebut pernyataan tersebut bisa dipandang sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa di kancah internasional.

"Saya usulkan kepada bapak presiden, cabut warga negaranya. Sekali lagi, cabut warga negaranya. Itu sudah menghina bangsa di dunia internasional. Sekali lagi bapak presiden, cabut kewarganegaraan, itu orang yang mengaku anaknya tidak diperbolehkan jadi WNI, sedangkan dia sendiri terima beasiswa LPDP dari negara," katanya.

Sebelumnya, Dwi Sasetyaningtyas, yang merupakan alumnus penerima beasiswa LPDP, menjadi sorotan luas di media sosial. Konten yang membahas status kewarganegaraan anaknya ramai diperbincangkan karena ia diketahui sebagai awardee beasiswa negara.

Polemik bermula dari unggahan video di Instagram dan Threads pribadinya. Dalam video tersebut, Dwi menunjukkan surat dari otoritas Inggris yang menyatakan bahwa anak keduanya resmi berstatus sebagai warga negara Inggris (British citizen).

“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

Video itu dengan cepat menjadi viral dan memancing berbagai reaksi keras dari warganet. Banyak pihak menilai narasi tersebut kurang bijak disampaikan oleh seorang penerima beasiswa LPDP, mengingat pembiayaannya berasal dari negara.

Perdebatan pun meluas. Tidak hanya isi pernyataan yang menjadi sorotan, kehidupan pribadi Dwi dan suaminya juga ikut diperbincangkan publik, termasuk soal kewajiban pengabdian yang melekat pada penerima beasiswa LPDP.

Dari sisi akademik, Dwi tercatat sebagai lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia kemudian melanjutkan studi magister di Delft University of Technology, Belanda, pada program Sustainable Energy Technology melalui beasiswa LPDP pada 2015 dan menyelesaikannya pada 2017.

Selama menjalani masa pengabdian di Indonesia pada 2017 hingga 2023, Dwi terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.

Ia menginisiasi penanaman 10.000 pohon bakau di sejumlah wilayah pesisir, mendorong pemberdayaan ibu rumah tangga agar dapat berpenghasilan dari rumah, berpartisipasi dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera, serta turut membangun sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

(Bangkapos.com/Tribun Jakarta/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.