BOLASPORT.COM - Legenda MotoGP, Giacomo Agostini berbicara dengan 'La Gazzetta dello Sport' tentang musim 2026, termasuk soal gelar Marc Marquez yang merupakan juara bertahan MotoGP.
"Yang penting adalah dia tidak melampaui rekor saya yaitu 15 Kejuaraan Dunia," kata Agostini bergurau dilansir dari MotoSan.
"Dia adalah juara dunia, jadi dialah orang yang harus dikalahkan. Tahun lalu dia mengalami cedera dan harus absen pa beberapa balapan terakhir. Ini bisa memengaruhinya, setidaknya pada fase awal ini."
"Tidak diragukan lagi, para rivalnya akan agresif; saya mengharapkan kejuaraan yang sangat menarik," kata Giacomo.
"Aprilia, dengan Bezzecchi dan Jorge Martín, siap bertarung untuk meraih kemenangan. Pecco Bagnaia adalah juara, tetapi tahun lalu dia tidak tampil seperti biasanya."
"Jeda musim dingin mungkin membantunya memulihkan diri. Bagi saya, dia adalah rival yang patut ditakuti," ucap Agostini tentang siapa yang menurutnya akan menjadi rival Marquez tahun ini.
Pria asal Italia itu lalu menjelaskan bagaimana Marquez bisa membuat perbedaan musim ini.
"Dengan mentalitasnya. Dia adalah pembalap yang ingin menang dengan segala cara. Suatu hari, saat berbicara dengannya, dia mengatakan kepada saya bahwa jika dia harus berjuang untuk posisi kelima atau keenam, dia akan pensiun," tutur Agostini.
"Bagi Márquez, tujuan minimum adalah podium. Saya mengharapkan kejuaraan yang sangat menarik."
"Jika dia memenangkan gelar pada 2026, dia akan menyamai delapan gelar Juara Dunia di kelas utama."
"Dia pantas mendapatkannya. Rekor dibuat untuk dipecahkan, tetapi saya senang belum ada yang berhasil melakukannya."
"Saya hanya berharap, jika itu terjadi, mereka mengundang saya ke pesta yang mereka adakan," kata Giacomo Agostini.
Agostini juga mengakui tanpa ragu bahwa Marquez dalah salah satu pembalap terbaik sepanjang masa.
"Saya tidak tahu bagaimana cara memberi peringkat, tetapi rival yang paling sulit saya kalahkan sepanjang karier saya adalah Mike Hailwood," aku Agostini.
"Saya tidak pernah berkompetisi melawan banyak juara, tetapi di antara yang terhebat, Anda tidak bisa mengabaikan Mick Doohan, Valentino Rossi, dan, seperti yang sudah saya katakan, Marquez.”
"Hal yang masih kurang hanyalah pengumuman perpanjangan kontrak Marquez dengan Ducati. Dia memenangkan gelar juara bersama tim itu, jadi tidak masuk akal untuk pergi."
“Saya tidak tahu tawaran apa yang dia terima atau bagaimana keseimbangan kekuatan akan berubah dengan peraturan baru pada 2027."
"Tetapi, Marc harus mempercayai timnya. Mereka telah memungkinkannya untuk menjadi juara dunia lagi," ujarnya menegaskan.
Agostini juga memprediksi kemungkinan rekan setim Marquez pada 2027 yakni Pedro Acosta.
Acosta saat ini masih memperkuat Red Bull KTM. Prediski ini juga dilihat dari kedekatan Francesco Bagnaia dengan Aprilia.
"Mereka akan seperti dua ayam jantan di kandang yang sama. Acosta berbakat dan seorang petarung, sementara Marquez lebih berpengalaman," ucap Agostini.
"Bagi Ducati, itu akan fantastis, karena salah satu dari keduanya hampir pasti akan menang."
"Para pembalap, di sisi lain, akan memiliki motivasi ekstra: untuk mengalahkan rekan setim mereka," aku Agostini.