PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Jumlah penduduk Kota Pangkalpinang pada 2025 tercatat mencapai 247.419 jiwa. Angka itu meningkat 5.134 jiwa atau sekitar 2,12 dibandingkan 2024 yang sebesar 242.285 jiwa.
Demikian data yang dihimpun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
"Kalau kita bandingkan dengan tahun 2024, memang ada kenaikan cukup signifikan,” kata Kepala Disdukcapil Kota Pangkalpinang, Darwin, saat ditemui Bangka Pos, Rabu (25/2/2026).
Dari total 247.419 jiwa penduduk Pangkalpinang pada 2025, sebanyak 125.160 jiwa merupakan laki-laki dan 122.259 jiwa perempuan.
Terdapat selisih 2.901 jiwa antara jumlah penduduk laki-laki dan perempuan.
Angka ini sekaligus menunjukkan struktur demografi Pangkalpinang yang relatif seimbang meskipun laki-laki masih sedikit lebih dominan.
Adapun lonjakan jumlah penduduk paling mencolok terjadi di Kecamatan Gerunggang, terutama di Kelurahan Air Kepala Tujuh dan Tua Tunu Indah.
Jumlah penduduk Kelurahan Air Kepala Tujuh bertambah 1.865 jiwa atau 3,3 persen, dan Tua Tunu Indah bertambah 1.127 jiwa atau 2,5 persen.
Selain Gerunggang, Kecamatan Bukit Intan juga mencatat peningkatan jumlah penduduk lebih dari 1.000 jiwa dalam setahun terakhir.
Sementara itu, pertumbuhan paling kecil terjadi di Kecamatan Girimaya yang hanya bertambah 76 jiwa.
Menurut Darwin, konsentrasi pertumbuhan jumlah penduduk terjadi di Kecamatan Gerunggang dan Bukit Intan tidak lepas dari pesatnya pengembangan kawasan perumahan di dua wilayah tersebut.
"Memang ada pengembangan kawasan yang cukup besar di Gerunggang dan Bukit Intan sehingga banyak penduduk baru tercatat di dua kecamatan itu," ujarnya.
Darwin menyebutkan, peningkatan jumlah penduduk tidak hanya dipengaruhi angka kelahiran, tetapi juga arus migrasi dari daerah sekitar.
Menurutnya, penduduk dari kabupaten tetangga seperti Bangka Tengah dan Bangka lebih memilih menetap di Pangkalpinang.
Fenomena ini didorong faktor aksesibilitas, pusat ekonomi, serta ketersediaan kawasan hunian baru di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.
"Banyak yang pindah dari kabupaten tetangga dan memilih berdomisili di Pangkalpinang karena faktor pekerjaan, akses layanan publik, dan perkembangan kawasan perumahan," tutur Darwin. (t2)