Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang menindaklanjuti video viral yang memperlihatkan kegiatan sound horeg yang dinilai meresahkan masyarakat di wilayah Kabupaten Jombang.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, dalam keterangannya di Instagram Satreskrim Polres Jombang, menyampaikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum yang terjadi dalam kegiatan tersebut.
"Kami dari Satreskrim Polres Jombang menanggapi video viral terkait adanya kegiatan sound horeg yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Jombang. Kami akan melaksanakan penyelidikan lebih lanjut," ucapnya AKP Dimas Robin dalam keterangan yang ditulis TribunJatim.com pada Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, penyelidikan difokuskan pada dugaan pelanggaran sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Di antaranya Pasal 256 dan Pasal 274 KUHP yang berkaitan dengan kegiatan mengadakan keramaian tanpa izin hingga menimbulkan gangguan kepentingan umum, keonaran, maupun potensi huru-hara di tengah masyarakat.
"Selain itu, kami juga mendalami dugaan pelanggaran Pasal 406 KUHP terkait tindakan yang dianggap melanggar norma kesusilaan di muka umum," bebernya.
Hal tersebut menyusul adanya penampilan sejumlah penari dalam kegiatan sound horeg yang dinilai tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
"Dalam kegiatan tersebut juga ditemukan adanya penari-penari yang diduga melanggar norma kesusilaan di muka umum. Ini juga menjadi bagian dari penyelidikan kami," ungkapnya melanjutkan.
Polres Jombang mengimbau masyarakat agar tidak menggelar kegiatan keramaian tanpa izin resmi dan tetap menjaga ketertiban serta norma yang berlaku, guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Baca juga: Istri Bos Toko Sembako di Jombang Dikepung 4 Perampok, Tas Isi Uang Jualan Raib
Baca juga: Heboh Video Joget Sound Horeg Saat Sahur On The Road di Jombang, Sekdes Angkat Bicara
Tradisi sahur on the road (SOTR) di Kabupaten Jombang mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial.
Kegiatan yang seharusnya identik dengan membangunkan warga untuk sahur itu menuai polemik setelah beredar video yang memperlihatkan hiburan joget di tengah iring-iringan sound system.
Rekaman yang beredar di TikTok menunjukkan ratusan hingga ribuan peserta berkonvoi sepeda motor mengikuti rombongan sound horeg.
Iring-iringan tersebut melintas di jalan desa hingga area persawahan sejak dini hari, menciptakan keramaian di tengah suasana Ramadan.
Sorotan publik muncul ketika dalam salah satu video tampak seorang penari berpakaian ketat tampil di depan sound system milik Aprelia Production.
Penari itu terlihat berjoget mengikuti alunan musik dan menerima saweran dari sejumlah penonton.
Konten tersebut memicu beragam reaksi, sebagian di antaranya menyayangkan hiburan tersebut digelar saat bulan puasa.
Kegiatan itu diketahui berlangsung di ruas jalan penghubung Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, dengan Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, pada Minggu (22/2/2026) dini hari.
Baca juga: Viral Sahur Pakai Konvoi Sound Horeg di Jombang Tuai Polemik, Ada Aksi Joget dan Saweran di Jalanan
Sekretaris Desa Jatibanjar, Hengki, membenarkan adanya kegiatan tersebut, namun menegaskan acara itu bukan agenda resmi pemerintah desa.
"Kalau sampai ada jogetan seperti itu tentu tidak pantas, apalagi di bulan Ramadan," ucapnya dalam keterangan yang diterima TribunJatim.com pada Selasa (24/2/2026).
Di sisi lain, pemilik Aprelia Production, Aprelia, menjelaskan lebih dari sepuluh sound horeg ikut serta dalam kegiatan sahur keliling tersebut.
Ia menyebut kegiatan itu murni inisiatif komunitas sound system di Jombang dan tidak ada pihak yang secara khusus menyewa.
"Kami hanya keliling lalu berkumpul di satu titik. Ini rutin tiap Ramadan," kata Aprelia.
Menurutnya, rombongan berangkat dari Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, dan tiba di Jatibanjar sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat itu, lokasi sudah ramai warga yang menonton sehingga arus lalu lintas sempat tersendat hingga pagi hari.
Menanggapi viralnya penari di depan sound miliknya, Aprelia menegaskan pihaknya tidak menghadirkan atau menyewa penari tersebut.
Ia menyebut penari sudah berada di lokasi sebelum rombongan datang.
"Kami tidak membawa dancer. Orangnya sudah ada di sana sebelumnya," ungkapnya.