- China mengomentari sikap Presiden Prabowo Subianto yang meneken perjanjian dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat.
China mengkritik kerjasama tersebut karena salah satu klausul perjanjian berpeluang membahayakan kepentingan perdagangan dengan Indonesia.
Klausul tersebut adalah mengatur Indonesia akan menyesuaikan kebijakannya jika AS memberlakukan pembatasan perdagangan terhadap negara ketiga dengan alasan keamanan ekonomi dan nasional.
Artinya jika AS mengenakan bea masuk, kuota atau larangan impor terhadap negara lain, maka Indonesia diharapkan mengambil pembatasan yang sejalan.
Hal itu dilakukan agar hubungan bilateral antara Indonesia dengan AS tetap terjaga.
Selain klausul tersebut, perjanjian itu juga mengatur agar Indonesia tidak membuat kebijakan yang merugikan kepentingan dagang Amerika Serikat.
Menanggapi klausul itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan bahwa kerja sama perdagangan seharusnya saling menguntungkan.
Menurutnya, kerja sama perdagangan seharusnya tidak menargetkan atau merugikan pihak ketiga.
China mengingatkan Indonesia agar kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat itu tidak digunakan untuk menekan atau membatasi pihak lain.
"China selalu menganjurkan agar kerja sama ekonomi dan perdagangan antar negara saling menguntungkan dan kerja sama terkait tidak menargetkan pihak ketiga atau merugikan kepentingan pihak ketiga mana pun," kata China Mao Ning pada Selasa (24/2/2026).
Program: Tribunnews Update
Host: Umi Wakhidah
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman