SRIPOKU.COM - Bacaan Shalawat Shohibun Nasab dan keutamaannya di bulan Ramadan menjadi amalan yang banyak dicari umat Islam saat memasuki bulan suci.
Ramadan dikenal sebagai momen terbaik untuk memperbanyak ibadah, termasuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain berpahala besar, shalawat di bulan penuh berkah diyakini membawa ketenangan hati dan memperkuat iman.
Baca juga: Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-9 Ramadan: Pahalanya Setara Ibadah Para Nabi
Shalawat Shohibun Nasab merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan menyebut salah satu keistimewaan beliau, yaitu nasab yang suci dan terhormat.
Secara bahasa, shohibun nasab berarti "pemilik nasab" atau "yang memiliki garis keturunan mulia."
Dalam konteks shalawat ini, maknanya merujuk pada kemuliaan silsilah Nabi Muhammad SAW yang berasal dari keturunan terbaik.
Shalawat ini umum dibaca sebagai bagian dari zikir harian maupun dalam rangkaian shalawat, seperti pada pembacaan Shalawat Busyro di berbagai majelis taklim.
Bacaan Shalawat Shohibun Nasab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ النَّسَبِ الشَّرِيفِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin sohibil nasabi syarifi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallim
Arti: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, pemilik nasab (keturunan) yang mulia, juga kepada keluarga dan sahabatnya."
Baca juga: Apa Saja Syarat Wajib Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Lengkapnya agar Ibadah Sah
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi, umat Islam pun diperintahkan untuk bershalawat kepadanya.
Di bulan Ramadan, pahala setiap amal kebaikan dilipatgandakan.
Memperbanyak shalawat tidak hanya menjadi bukti cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi juga jalan meraih keberkahan, ampunan, dan ketenangan jiwa.
Dengan membiasakan membaca shalawat, diharapkan hati menjadi lebih lembut, iman semakin kuat, serta akhlak semakin baik dalam kehidupan sehari-hari.