Kasus Suami Bunuh Istri di Tanjungpinang, Tetangga Kenang Sosok Harsalena: Perempuan Setia
Dewi Haryati February 26, 2026 05:07 PM

 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Duka atas kepergian Harsalena (56), istri yang dibunuh suaminya di Tanjungpinang, Rabu (25/2/2026), ikut dirasakan warga sekitar di tempat tinggal korban.

Warga gang Bogenvile, RT 05, RW 04, Kelurahan Pinang Kencana, Kota Tanjungpinang, tak habis pikir, wanita paruh baya itu meninggal dunia dengan cara tak wajar. Apalagi di tangan suaminya sendiri, Nasrun (67).

Mereka menyayangkan dan mengutuk keras aksi sadis Nasrun.

Seorang warga setempat, Fahmi saat ditemui TribunBatam.id mengatakan, selama ini korban dikenal sangat baik.

"Di mata saya korban memiliki kepribadian begitu baik. Dia selalu tegur sapa saat berpapasan di jalan," ujar Fahmi, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, Harsalena selama ini juga dikenal sebagai perempuan setia. Sudah beberapa kali diselingkuhi suami, tetap saja dia memaafkannya.

"Korban tak neko-neko. Dia tetap sayang terhadap suami sampai meninggal dunia," katanya.

Fahmi menyebutkan, korban dulu pernah menjadi dosen di salah satu kampus di luar Kepri, sebelum pindah ke Tanjungpinang.

"Saat di Tanjungpinang, korban sempat membuka bimbingan belajar (bimbel) di rumahnya, khusus untuk anak-anak komplek," ujar Fahmi.

Beberapa tahun belakangan, usaha bimbel itu tutup karena umur korban sudah mulai lanjut usia.

Harsalena dan Nasrun diketahui memiliki dua orang putri.

"Yang satu sudah kerja di salah satu bank di Anambas, sementara satu lagi tinggal bersama korban dan pelaku di rumah tersebut," ujarnya.

Satu di antara perilaku korban yang selalu dikenang, yakni cara bergaul korban sangat baik terhadap warga di komplek itu.

Ada kegiatan lingkungan, Harsalena selalu ikut dan berpartisipasi.

Ciri khas korban itu yang membuat warga kehilangan sosoknya.

Kronologi Penemuan Mayat Harsalena

Warga lainnya, Amina menyayangkan adanya peristiwa ini.

"Sebelum terjadi pembunuhan, korban dan pelaku sempat cekcok," katanya.

Tidak hanya korban, pelaku juga sempat bertengkar dengan anak perempuannya.

Kala itu anak korban yang baru pulang ke rumah menanyakan keberadaan ibunya.

"Pertanyaan dari sang anak bikin pelaku semakin marah, lalu pergi meninggalkan rumah," katanya.

Anaknya lalu masuk ke dalam rumah.  Sang anak kaget setelah melihat ibunya sudah berada di dalam kain, dan tergeletak di dalam gudang.

"Anaknya sempat menangis histeris, hingga mengundang perhatian tetangga," ujarnya.

Mereka langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Tanjungpinang. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.