BANGKAPOS.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyinggung soal gratifikasi terkait gift yang diterima Menkeu Purbaya saat live TikTok.
Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan live di TikTok bersama putranya, Yuda Purboyo Sunu.
Penonton yang menyaksikan live keduanya menembus angka 50.000 orang.
Tak hanya dibanjiri penonton, Purbaya dan anaknya juga banjir gift, yakni hadiah virtual yang dapat dicairkan menjadi uang tunai.
Mereka kemudian mendapatkan gift ikan paus yang nilainya ditaksir mencapai Rp 1 juta lebih.
"Nyawer paus, Rp1 juta lebih. Paus lagi, makasih," ucap Yuda antusias saat membaca notifikasi yang masuk.
Mendengar nominal saweran tersebut, Purbaya yang berada di sampingnya langsung merespons serius.
"Ke lu kan, bukan ke gue? Wah jangan banyak-banyak, takut gratifikasi. Yang bener lu gratifikasi enggak tuh?" tanya Purbaya mengingatkan.
Merespons kekhawatiran sang ayah, Yuda mengaku sempat ingin menghentikan saweran dari warganet, namun tidak mengetahui teknis pada aplikasi tersebut.
"Bingung matiin gift, takut gratifikasi. Maaf guys, lupa matiin gift," tutur Yuda.
Siaran tersebut akhirnya ditutup oleh Yuda tak lama setelah Menkeu Purbaya memutuskan untuk meninggalkan live lebih awal.
Momen ini pun memantik reaksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KPK mengapresiasi kehati-hatian Menkeu dan menyinggung kembali prinsip anti-benturan kepentingan ala mantan Kapolri Jenderal Hoegeng.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menilai sikap waspada yang ditunjukkan oleh Menkeu Purbaya adalah hal yang patut diapresiasi, meskipun gift tersebut ditujukan kepada sang anak.
"Pertama, kami tentunya menyampaikan apresiasi kepada Pak Menteri, yang aware dan berhati-hati dengan potensi gratifikasi. Jika kita melihat tayangannya, saweran atau pemberian tersebut untuk anaknya, dan tidak terkait dengan pelaksanaan tugas ataupun jabatannya sebagai Penyelenggara Negara," kata Budi kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).
Meski demikian, Budi mengimbau agar pihak menkeu tidak ragu untuk melakukan konsultasi atau pelaporan jika masih merasa bimbang dengan penerimaan tersebut.
Ia menekankan bahwa proses pelaporan gratifikasi saat ini sangat mudah.
"Jika ragu, dapat juga dikonsultasikan ataupun dilaporkan. Terlebih pelaporan gratifikasi itu sangat mudah, bisa online melalui situs gol.kpk.go.id, melalui Unit Pengelola Gratifikasi (UPG) yang ada di Kemenkeu, atau bisa dengan lapor langsung ke KPK," ujar Budi.
Lebih lanjut, Budi menyoroti kepanikan anak menkeu yang kebingungan dan berniat mematikan fitur gift agar tidak membebani ayahnya dengan isu gratifikasi.
Menurut Budi, momen tersebut mengingatkan pada nilai integritas dari tokoh bangsa, Jenderal Hoegeng Iman Santoso.
"Yang menarik juga, soal matikan fitur gift ini kita jadi diingatkan pada cerita Jenderal Hoegeng yang menutup toko bunga istrinya. Hal itu dilakukan karena orang yang membeli bunga bisa jadi karena melihat jabatan suaminya, sehingga bisa timbul benturan kepentingan," kata Budi.
Yudo Sadewa dikenal luas di komunitas aset kripto.
Ia adalah seorang trader muda yang mulai menekuni dunia investasi sejak masih duduk di bangku SMA.
Strateginya mengandalkan metode scalping, teknik transaksi dalam waktu singkat untuk meraih keuntungan kecil namun konsisten.
Nama Yudo pertama kali mencuat pada tahun 2022.
Saat masih kelas 11 SMA, ia mengklaim berhasil meraih keuntungan ratusan juta rupiah dari investasi aset kripto Shiba Inu.
Tidak hanya fokus pada kripto, Yudo juga menaruh minat pada berbagai instrumen keuangan lainnya.
Ia pernah mencoba berinvestasi di saham, obligasi, hingga forex.
Bahkan ia nekat menanamkan modal Rp100 juta pada Binary Option, platform trading dengan risiko tinggi.
Langkah berani itu sempat menuai perhatian, meski dunia investasi tersebut dikenal penuh kontroversi.
Ketertarikan Yudo pada aset digital membuatnya beberapa kali disebut-sebut terkait dengan Akademi Crypto, sebuah platform edukasi yang didirikan oleh influencer investasi Timothy Ronald.
Konten yang ia bagikan di media sosial juga kerap mengusung tema trading dan investasi.
Hal itu memperkuat citranya sebagai sosok yang lekat dengan dunia finansial digital sejak usia muda.
(Bangkapos.com/Surya.co.id)