ASN Cilacap Diminta Bayari Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Rentan
khoirul muzaki February 26, 2026 05:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP -  Ribuan pekerja rentan di Cilacap yang bekerja tanpa perlindungan menjadi sorotan dalam Sosialisasi Program ASN Peduli Pekerja Rentan (Pro ASN Keren) yang digelar Pemkab Cilacap bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Baznas, Kamis (26/2/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Aula Diklat Praja Cilacap itu menghadirkan para pemangku kebijakan dan digelar sebagai upaya nyata memperluas jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah.


Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cilacap, Rulli Jaya Santika, mengungkapkan, hingga 2025 baru 45 persen atau 286.296 tenaga kerja ber-NIK Cilacap yang terdaftar sebagai peserta.


“Artinya masih lebih dari separuh pekerja kita belum terlindungi,” ujar Rulli.


Ia menyebut Pemprov Jawa Tengah menargetkan sedikitnya 624.000 pekerja di Cilacap bisa mendapatkan perlindungan penuh BPJS Ketenagakerjaan.


“Targetnya 624 ribu pekerja harus ter-cover agar perlindungan menyeluruh bisa terwujud,” jelasnya.


Melalui Pro ASN Keren, setiap ASN didorong membantu minimal satu pekerja rentan agar mendapat Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Sasar orang kecil

Sasaran program ini menyentuh buruh tani, nelayan, pedagang kaki lima, asisten rumah tangga, pemulung, hingga pekerja informal lain yang penghasilannya tidak tetap.


“Iurannya hanya Rp16.800 per bulan per orang, tetapi manfaatnya sangat besar bagi pekerja dan keluarganya,” kata Rulli.


Bagi pekerja rentan beragama Islam, pembiayaan iuran juga dapat bersumber dari zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas Kabupaten Cilacap.


Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, menegaskan program ini bukan sekadar gerakan administratif.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Bazar Pangan Murah Bulan Ramadan di Kebumen


“Ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bernilai ibadah dan menjadi ladang amal jariyah bagi kita semua,” tegasnya.


Ia pun mengajak seluruh ASN menjadikan Pro ASN Keren sebagai budaya baru dalam pelayanan publik.


“ASN harus hadir memberi perlindungan dan harapan bagi masyarakat, bukan hanya bekerja secara profesional,” ujarnya.


Menurutnya, dampak program ini akan terasa luas jika dijalankan bersama-sama.


“Dampaknya bukan hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem dan memperkuat ketahanan nasional,” pungkasnya. (ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.