BPOM Mamuju Uji 18 Takjil Ramadan di Pasar Topoyo, Hasilnya Negatif Bahan Berbahaya
Abd Rahman February 26, 2026 07:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Menjelang waktu berbuka puasa, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah dan Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju Tengah menggelar kegiatan sampling pangan di Pusat Takjil Pasar Topoyo. 

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2025.

Bertujuan, memastikan keamanan pangan dikonsumsi masyarakat selama bulan ramadan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sebanyak 18 sampel takjil yang dijual di sekitar pasar ramadan. 

Baca juga: Kanwil Kemenkum Sulbar Siap Kejar Target 80 Ribu Pendaftaran Perseroan Perorangan 2026

Baca juga: Dipicu Masalah Sepele, Adik di Jakarta Utara Pukul Kakak Pakai Palu Hingga Tewas

Sampel terdiri dari berbagai jenis makanan ringan dan minuman ini kemudian diuji menggunakan rapid test kit untuk mendeteksi adanya kandungan bahan berbahaya.

Pengujian difokuskan pada empat jenis zat yang kerap disalahgunakan dalam pangan, yaitu formalin, boraks, Rhodamin B (pewarna merah untuk tekstil), serta Methanyl Yellow (pewarna kuning untuk industri). 

Metode uji cepat ini memungkinkan petugas untuk mengetahui hasil pengujian dalam waktu singkat secara langsung di lokasi.

Hasilnya, seluruh sampel yang diuji dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya tersebut. 

Hal ini menunjukkan, para pedagang di Pusat Takjil Pasar Topoyo telah mematuhi aturan dan tidak menggunakan bahan tambahan yang dilarang untuk pangan.

PFM Ahli Muda BPOM Mamuju, Adrianto Agus, menyampaikan langsung hasil pengawasan tersebut kepada publik.

"Alhamdulillah, dari 18 sampel takjil yang kami uji menggunakan rapid test kit, semuanya negatif," ucapnya dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Kamis (26/2/2026).

"Tidak ditemukan adanya kandungan formalin, boraks, Rhodamin B, maupun Methanyl Yellow," tambahnya.

Lebih lanjut, Adrianto mengimbau masyarakat untuk tetap menjadi konsumen yang cerdas dengan membeli pangan di tempat yang bersih dan memastikan pangan yang dibeli memiliki kualitas yang baik. 

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara berkala selama bulan Ramadan guna melindungi masyarakat dari pangan yang mengandung bahan berbahaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin dalam menjamin keamanan pangan, khususnya selama bulan suci Ramadan di mana permintaan terhadap pangan takjil meningkat signifikan. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.