TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 25 sampel takjil di Anjungan Teluk Kendari (ATK) diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kamis (26/2/2026) petang.
Lokasinya berada di Jalan Ir H Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hasil pengujian menunjukkan, 25 sampel takjil tersebut tidak mengandung bahan berbahaya dan dinyatakan aman dikonsumsi masyarakat.
Proses intensifikasi pengawasan aneka jajanan ini meliputi pengambilan sampel di beberapa lapak UMKM.
Sampel itu kemudian diuji melalui test kit untuk melihat kandungan di dalam makanan dan minuman tersebut.
Baca juga: Takjil Musiman di Bundaran Mandonga Kendari Dibanjiri Pembeli, Pedagang Untung Rp400 Ribu Sehari
Pengujian berbagai jenis sampel takjil ini dicek langsung di mobil laboratorium keliling BPOM di Kendari.
Diketahui, kandungan berbahaya yang kerap kali disalahgunakan yakni rhodamin B, metanil yellow, pengawet formalin, dan boraks.
Empat jenis bahan berbahaya itu tak ditemukan di dalam sajian menu berbuka puasa di Anjungan Teluk Kendari.
Kepala BPOM Kendari, Andi Amirah Nilawati, mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan bahan berbahaya yang terkandung di dalam takjil.
"Semua aman untuk makanan takjil, sementara untuk pangan lain masih sementara diawasi hingga menjelang Idulfitri," katanya diwawancarai wartawan.
Baca juga: Polresta Kendari Berbagi 100 Paket Takjil Gratis ke Pengendara di Jalan DI Panjaitan
Selain di Kota Lulo, Balai POM Kendari juga mengawasi wilayah lain antara lain Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara.
Kemudian Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana Muna, dan Muna Barat.
Amirah mengatakan bahan sintetis yang masuk ke dalam tubuh memiliki dampak berbahaya bagi tubuh dan bisa menyebabkan penyakit.
Olehnya itu, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak menggunakan zat berbahaya dalam mengelola makanan dan minuman.
"Dari laporan yang saya baca tahun lalu juga tidak ditemukan, artinya warga Kendari sudah memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjual produk makanannya," jelas dia.
Baca juga: Menu MBG Selama Ramadan di Sulawesi Tenggara: Susu, Roti, Buah Disalurkan hingga 17 Maret 2026
Sebagai informasi, Anjungan Teluk Kendari berjarak 6,3 kilometer (km) dari Kantor Balai Kota di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga.
Lokasinya dapat ditempuh menggunakan motor dan mobil dalam waktu kurang lebih 13 menit. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)