Bos Maxim Lepas Jas, Turun Jadi Ojol untuk Cek Kondisi Lapangan
Content Writer February 26, 2026 08:17 PM

TRIBUNNEWS.COM - Jajaran eksekutif Maxim turun langsung ke jalan dengan menyamar sebagai pengemudi Maxim Bike untuk melihat dinamika operasional di lapangan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Development Director Maxim Dirhamsyah bersama para Head of Subdivision lainnya dari wilayah Jabodetabek. Selama dua hari, para jajaran manajemen Maxim menjalankan peran sebagai pengemudi dan menerima rata-rata belasan order per hari, dengan durasi waktu dari pagi hingga malam. 

Dirhamsyah menyampaikan bahwa sebagian besar pengguna tertarik menggunakan layanan Maxim Bike karena tarifnya yang terjangkau, utamanya pada fitur Bike Sangat Hemat. 

Untuk mendapatkan penumpang, Dirhamsyah bersama para mitra pengemudi lainnya juga sempat mencari order di sejumlah titik strategis seperti Sarinah, Sudirman, dan Tebet.

Terjun langsung di lapangan membuat para jajaran manajemen Maxim dapat berinteraksi langsung dengan penumpang dan menerima masukan. Mereka juga menguji aplikasi pengemudi serta mengevaluasi kemudahan penggunaannya sebagai bahan pengembangan layanan ke depan.

Baca juga: Maxim Ungkap Tren Mobilitas 2025 di Lebih dari 400 Kota di Indonesia

“Dengan turun langsung sebagai pengemudi, kami jadi bisa melihat sendiri bagaimana kondisi di lapangan sebenarnya. Mulai dari menerima order, bertemu penumpang, sampai menjalankan aplikasi, semuanya kami rasakan langsung. Dari situ, Maxim bisa tahu apa saja yang perlu tingkatkan demi kualitas layanan yang semakin baik ke depan,” ujar Dirhamsyah.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan seluruh sistem Maxim berjalan dengan baik, termasuk fitur verifikasi wajah sebagai upaya peningkatan keamanan. Namun, Maxim menegaskan akan ada sosialisasi lebih lanjut guna peningkatan literasi mitra pengemudi terkait penggunaan fitur tersebut.

Sementara itu, Dirhamsyah menyampaikan layanan Bike Sangat Hemat mendapat respons positif dari masyarakat. Dengan tarif yang sangat terjangkau, layanan ini dinilai relevan dengan kebutuhan pengguna yang memanfaatkan Maxim sebagai penghubung menuju moda transportasi umum lain, misalnya saja commuter line atau LRT.

Dirhamsyah menegaskan,langkah turun langsung ke lapangan menjadi sangat penting agar Maxim memahami tantangan yang dihadapi pengemudi dan penumpang secara menyeluruh, sehingga evaluasi dan peningkatan layanan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. 

Ke depannya, program ini akan dilakukan berkala sehingga layanan Maxim dapat terus berkembang seiring dengan dinamika kebutuhan pengemudi dan penumpang.

Baca juga: Catat Pertumbuhan Positif di 2025, Maxim Siap Hadirkan Terobosan dan Rencana Strategis untuk 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.