Isak Tangis Kamelia Pecah, Lelah Urusi Kebutuhan Ammar Zoni Malah Dibentak
Kiki Novilia February 26, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Dokter Kamelia tak kuasa menahan air mata imbas kelakuan sang kekasih, Ammar Zoni yang dianggap telah melanggar kesepakatan.

Hal ini berawal saat Kamelia mendampingi Ammar Zoni dalam persidangan kasus dugaan peredaran narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026). Ammar malah membentaknya di depan banyak orang.

"Ayang, ayang," panggil Kamelia seolah memperingatkannya, dikutip dari Tribunnews. 

Tiba-tiba, Ammar membalas panggilan itu dengan nada tinggi dan marah."Bukan, bukan, Ay!" bentak Ammar.

Beberapa orang nampak memperingatkan Ammar untuk tak membentak kekasihnya.

Baca juga: Detik-detik Ammar Zoni Bentak Kamelia saat Sidang, Kekasih Pilih Angkat Kaki

"Eh nggak boleh marah-marahan. Kenapa?" tegur seorang wanita yang diketahui jaksa dalam kasus Ammar.

Sementara seorang wanita yang diduga kerabat Ammar mengingatkannya.

"Puasa, puasa," ujarnya mengelus punggung Ammar.

Ammar terlihat tertawa tipis dan menyangkal amarahnya.

"Enggak, enggak, enggak. Enggak, enggak, maksudnya," ucapannya terputus saat hendak menjelaskan sesuatu.

Setelah sidang, Kamelia mengungkapkan kekecewaan mendalam atas tindakan Ammar tersebut. Menurutnya bentakan tersebut melukai perasaannya yang selama ini berjuang mendukung sang aktor. 

"Saya marah dan menangis karena saya kecewa sama Bang Ammar. Dia sudah (melakukan) di luar dari kesepakatan. Apa kesepakatannya? Silakan tanya Ammar saja," ujar Dokter Kamelia dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di area basemen pengadilan.

Ia mengaku merasa kelelahan karena harus mengurus segala keperluan hukum Ammar sendirian selama masa penahanan di lapas hingga proses persidangan, tanpa bantuan dari adik-adik Ammar, yakni Aditya Zoni maupun Panji Zoni.

Kamelia merasa menjadi satu-satunya sandaran bagi Ammar dalam menghadapi kasus peredaran narkotika di dalam rutan yang tengah menjeratnya.

"Jujur saya lelah, sudah lelah. Capek mengurusi masalah Ammar ini. Saya dibawa sejauh ini, saya capek. Tapi harus saya hadapi," tuturnya lirih.

Ia bahkan melontarkan pernyataan tajam mengenai ketergantungan Ammar kepadanya dalam menghadapi kemelut hukum ini.

"Kalau tidak ada saya, Bang Ammar enggak bisa apa-apa. Karena semua yang urus itu saya selama ini," tegas Kamelia.

Selain faktor kelelahan fisik dan mental, kekecewaan Kamelia dalam persidangan kali ini juga dipicu oleh ketidakhadiran saksi kunci. 

Saksi tersebut merupakan mantan narapidana Lapas Salemba yang diklaim mengetahui adanya dugaan intimidasi dan penganiayaan oknum polisi terhadap Ammar serta lima terdakwa lainnya.

"Saksi itu punya foto dan video oknum polisi ini kumpul berenam dengan para terdakwa setelah mereka mengalami intimidasi. Tapi kenapa hari ini tidak datang, saya tidak tahu karena bukan saya yang mengurus saksi itu," jelasnya.

Meski diliputi rasa lelah dan kecewa yang luar biasa, Dokter Kamelia menyatakan komitmennya untuk tetap mendampingi Ammar hingga kasus ini tuntas.

Baginya, urusan jodoh atau masa depan hubungan mereka adalah perkara lain, namun kewajiban moral untuk menemani Ammar sampai akhir persidangan tetap akan ia jalankan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.