WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA –- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan terobosan besar di sektor pendidikan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan rencana ambisius untuk mencetak sumber daya manusia berkelas dunia melalui program beasiswa internasional mandiri.
Program yang diberi julukan “LPDP Jakarta” ini diproyeksikan mulai memberangkatkan putra-putri terbaik ibu kota ke luar negeri pada tahun 2027 mendatang.
Baca juga: Gubernur Pramono Siapkan LPDP Jakarta, DPRD Soroti Dampak ke KJP dan KJMU
Gubernur Pramono menegaskan bahwa beasiswa ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendongkrak kualitas warga Jakarta agar mampu bersaing di level global.
Skema beasiswa ini akan mencakup pembiayaan penuh dari jenjang sarjana (S1) hingga doktoral (S3).
Kolaborasi dengan LPDP Nasional dan Target Awal
Rencana besar ini bukan sekadar wacana.
Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dan melakukan pembahasan teknis dengan pengelola LPDP nasional untuk memastikan skema yang disusun berjalan optimal.
“Saya yakin bisa. Saya sudah menerima Direktur Utama LPDP, Dwi Larso, beberapa hari sebelumnya untuk membahas berbagai aspek pelaksanaan program ini,” ujar Pramono saat ditemui di Gedung Disdik DKI Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Meski detail kuota belum dirilis secara menyeluruh, Pemprov DKI mematok target awal yang berani.
Pada tahun pertama pelaksanaannya, sedikitnya 100 warga Jakarta diharapkan sudah bisa terbang ke luar negeri untuk menempuh pendidikan tinggi.
Inklusif: Bukan Hanya untuk Lulusan Baru
Satu hal yang menarik dari konsep “LPDP Jakarta” adalah sifatnya yang inklusif.
Pramono menekankan bahwa kesempatan emas ini tidak hanya dibatasi bagi lulusan baru (fresh graduates), melainkan terbuka bagi berbagai kelompok usia yang memiliki ambisi untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi bagi ibu kota.
“Saya sudah sampaikan ke Bu Nana (Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta), kalau bisa tahun depan sekurang-kurangnya kita bisa memberangkatkan 100 orang LPDP,” tegasnya.
Program ini sempat tertunda akibat penyesuaian kondisi fiskal daerah, namun Pramono memastikan bahwa pemerintah telah menemukan jalan keluar untuk merealisasikan dana abadi pendidikan khusus warga Jakarta tersebut.
Dengan adanya LPDP Jakarta, akses pendidikan berkualitas dunia diharapkan tidak lagi menjadi sekadar mimpi bagi warga ibu kota.