TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kawasan Perumahan Dosen Unmul di Jalan Dayak Kelian, Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mendadak geger pada Kamis (26/2/2026) malam.
Musibah kebakaran yang melanda permukiman tersebut membuat warga panik dan memenuhi lokasi di tengah kondisi listrik yang padam total.
Puluhan relawan dan beberapa unit armada pemadam kebakaran tampak mengepung titik api yang berada tepat di sisi tanjakan.
Lokasi yang berada disisi bukit memaksa petugas memutar otak agar si jago merah tidak meluas ke bangunan sekitar.
Baca juga: Kronologi Kebakaran di Loa Buah Samarinda, Api Diduga Berasal dari Dapur
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Samarinda, Akhmad Supriyanto, menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat oleh warga pada pukul 18.55 WITA.
Tak lama berselang, pihaknya menerima laporan dan langsung bergerak menuju lokasi kebarakan. Akhmad menyebut tantangan utama di lapangan bukan hanya soal api, melainkan akses dan ketersediaan air.
"Kendalanya ya ini sumber air ini agak susah dan juga jalan sempit," ungkap Akhmad saat ditemui di sela-sela pendinginan.
Lebih lanjut, Akhmad bilang, guna mengatasi api, Disdamkarmat menerjunkan personel dari Pos 2 yang merupakan pos terdekat dengan mengerahkan tiga unit kendaraan fire fighter.
Mengingat posisi rumah yang terbakar berada tepat di tengah tanjakan, petugas harus mengandalkan unit kecil sebagai penembak utama, sementara armada lainnya difungsikan sebagai penyuplai air.
Terkait pemicu kebakaran, Akhmad memberikan indikasi awal bahwa arus pendek listrik menjadi penyebab utama rumah tersebut hangus di bagian atap.
"Nah ini masih praduga kita ya, kelihatannya juga konseleting juga itu, karena ya dari percikan api kecil itu langsung tidak bisa ditanggulangi langsung-langsung besar ya," jelasnya.
Meski sempat terkendala teknis, gerak cepat petugas gabungan berhasil memastikan api tidak menjalar ke titik lain.
Seluruh proses pemadaman hingga pendinginan diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam.
"Pemadanya emangnya tidak sampai 1 jam, kurang lebih 45 menit. Bisa kita tangani semua," pungas Akhmad.
Hingga saat ini, api sudah berhasil dipadamkan dan petugas sedang dalam tahap proses pendinginan.