Pelaku UMKM Kota Bogor Bocorkan 'Upgrade' Nangka Rp30.000 Jadi Rp200.000 Per Kg, Tapi Kebentur Modal
Vivi Febrianti February 27, 2026 12:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pedagang nangka di Pusat Nangka Jalan Pahlawan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor merupakan pelaku Usah Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah ada puluhan tahun.

Terpantau, di lokasi ini mereka menjajakan nangka matang dengan meja berbentuk persegi panjang.

Setiap harinya sejak pagi hingga sore, para pedagang nangka di kawasan ini jumlahnya berubah-ubah.

Terkadang ada tiga lapak pedagang yang berjualan, kadang enam pedagang atau kadang lebih.

Setiap 1 Kg nangka harga jual normalnya di tahun 2026 di angka Rp30.000, harga ini biasanya naik di bulan puasa karena kelangkaan stok.

Mang Ujil (48), salah satu pedagang nangka mengaku bahwa selama 26 tahun dia berjualan kondisinya tak banyak berubah.

Namun dia mengaku bahwa sebagai pelaku UMKM, para pedagang di Pusat Nangka Jalan Pahlawan ini sempat dikumpulkan oleh pemerintah setempat.

Namun sayang masih belum ada perkembangan terkait usahanya hingga sekarang.

"Dulu pernah dikumpulin sama pak camat supaya berkembang, tapi belum tahu ini jadinya gimana," kata pria asal Kelurahan Rancamaya, Bogor Selatan, Kota Bogor ini saat berbincang dengan TribunnewsBogor.com Selasa kemarin.

"Jadi nangka tuh supaya maju harus digimanain, gitu. Tapi sampai sekarang belum tahu gimana," imbuh Ujil alias Manta ini.

PENJUAL NANGKA - Nangka yang dijajakan di Pusat Nangka Jalan Pahlawan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (24/2/2026).

Ujil mengaku bahwa memang ada cara meningkatkan nilai jual nangka dengan harga yang lebih tinggi.

Yaitu dari harga normal Rp30.000 per Kg menjadi harga dijual Rp200.000 per Kg.

"Padahal mending udah beliin alatnya aja buat bikin keripik nangka, bagus itu," katanya.

"Jadi mahal itu, Rp200.000 sekilonya, seperempat kilo Rp25.000," imbuh Ujil.

Seingat Ujil, juga tak ada pabrik keripik nangka di Kota Bogor, padahal buah nangka cukup melimpah.

"Gak ada kayaknya di Bogor pabriknya, kalau nangkanya malah banyak, saya juga siap (memasok), tinggal alatnya aja sebenarnya, mahal kan itu mesinnya," kata Ujil.

"Daripada nangka yang sudah terlalu mateng pada kebuang kan mending dijadiin keripik. Tapi itu menurut saya aja, kalau pedagang nangka lain gak tahu," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.