TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Tak semua warga Kampung Bilik, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat yang tergusur untuk lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) bisa direlokasi ke rumah susun yang tak jauh dari kawasan tersebut.
Pasalnya, rusun yang berad di wilayah Jakarta Barat kapasitasnya sudah penuh.
“Rusun di Jakarta Barat penuh, jadi direlokasi ke Rusun Nagrak, Rorotan dan Pulo Jahe,” ujar Lurah Kamal, Edy Sukarya saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Menurut Edy, sejauh ini sembilan KK sudah direlokasi ke sejumlah rusun di wilayah Jakarta Barat.
Rinciannya, empat KK menempati Rusun Tegal Alur, tiga KK di Rusun Pesakih, dan satu KK di Rusun Rawa Bebek.
“Yang satu di Rawa Bebek itu karena masih bujangan,” kata Edy.
Sementara itu, ratusan KK lainnya akan direlokasi secara bertahap ke rusun di wilayah lain, seperti Rusun Nagrak di Rorotan dan Rusun Pulo Jahe, menyesuaikan ketersediaan unit.
Dijelaskan Edy, penentuan lokasi relokasi didasarkan pada ketersediaan unit rusun di seluruh wilayah DKI Jakarta.
“Pertama tentu ketersediaan tempat. Karena memang rusun di Jakarta Barat penuh,” jelasnya.
Ia memastikan, warga yang direlokasi akan mendapat keringanan biaya sewa.
Untuk Rusun Pesakih misalnya, warga hanya dikenakan biaya sekitar Rp 220 ribu per bulan.
“Berbeda dengan warga umum. Untuk warga terdampak ini ada keringanan, kurang lebih Rp220 ribu per bulan,” katanya.
Terkait sosialisasi, Edy mengklaim pihak kelurahan rutin mendatangi warga untuk melakukan musyawarah, termasuk membantu pengurusan administrasi bagi warga yang telah menetap puluhan tahun di Kampung Bilik.
“Tiap hari kami lakukan sosialisasi. Kami maklum karena mereka sudah 30 tahun tinggal di situ, pasti ada dinamika,” ujarnya.
Pada hari ini, ujar dia, tercatat 15 KK kembali mendaftarkan diri untuk relokasi gelombang berikutnya.
“Kami pakai pendekatan kekeluargaan. Tantangan dan dinamika itu biasa,” imbuhnya.
Diketahui, relokasi dilakukan menyusul rencana Pemkot Jakarta Barat menjadikan lahan Kampung Bilik sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru. Pengadaan TPU tersebut menjadi solusi atas krisis lahan makam di wilayah Jakarta.