Niat Sebenarnya Raihan Nekat Bacok Farradhilla di Kampus, Sampai Bawa 2 Sajam
Noval Andriansyah February 27, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Pekanbaru - Terungkap niat sebenarnya Raihan Mufazzar (21), mahasiswa UIN Suska Riau, nekat bacok mahasiswi bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23) di lingkungan kampus.

Aksi brutal Raihan itu dilakukannya menjelang Farradhilla melaksanakan ujian munaqosah atau ujian akhir atau sidang skripsi di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Suska Riau, pada Kamis (26/2/2026) pagi.

Raihan bahkan sampai membawa 2 jenis senjata tajam (sajam) demi memuluskan niat kejamnya, yakni membunuh mahasiswi asal Bintan tersebut.

Bintan adalah satu pulau sekaligus kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Secara administratif dikenal sebagai Kabupaten Bintan dengan ibu kota di Bandar Seri Bentan.

Bintan terkenal sebagai destinasi wisata, terutama kawasan Lagoi, yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara karena pantai dan resor mewahnya.

Baca juga: Detik-detik Mencekam Mahasiswi di Riau Dibacok Teman Sejurusan Jelang Ujian Skripsi

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunPekanbaru.com, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan pelaku iya (mau membunuh korban)," kata Anggi, Kamis.

Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan lantaran pelaku cepat diamankan sejumlah petugas keamanan kampus.

Namun akibat pembacokan dengan kapak yang dibawa pelaku, korban mengalami luka di kepala dan tangan.

Ditanyai terkait motif, berdasarkan hasil pendalaman, ternyata pelaku merasa sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban.

"Motif sementara ini karena cinta ditolak. Pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget (membunuh) korban, makanya bawa kapak dan parang. Yang digunakan pelaku kapak," sebut Anggi.

Rencananya, pelaku juga akan menjalani pemeriksaan kejiwaan dan tes urine. 

Hal ini guna memastikan kondisi psikis serta apakah pelaku di bawah pengaruh narkoba atau minuman keras, hingga nekat melakukan aksi yang terbilang sadis itu.

"Saat ini kami sedang pemeriksaan. Namun rencana juga mau dibawa ke psikiater dan tes urine," jelas Anggi.

Kronologis Kejadian

Korban pembacokan yakni mahasiswi bernama Farradhilla Ayu Pramesti.

Saat peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, korban berada di sebuah ruangan lantai dua bangunan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Korban sedang menunggu jadwal ujian munaqosah, atau ujian skripsi akhir.

Tiba-tiba pelaku yang merupakan teman satu jurusan dan angkatan korban, datang ke ruangan.

Selanjutnya pelaku langsung menyerang korban dengan kapak.

"Korban saat itu sempat melarikan diri kalau dari keterangan yang kami dapat di TKP, korban sempat melarikan diri melalui jendela," sebut Kasat Reskrim.

Anggi memaparkan, dugaan awal motif atas kejadian ini, adalah permasalahan asmara.

"Sejauh ini masalah asmara, cuma nanti kami dalami lagi," papar Anggi.

Pasca melakukan aksinya, pelaku ditangkap. Ia resmi ditetapkan tersangka dan sudah ditahan.

"Tersangka sudah kami tahan di Polsek Binawidya," kata Kasat Reskrim.

Sementara korban dijelaskan Anggi, sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

Ia bilang, rencananya, korban akan dirujuk ke rumah sakit lain lantaran dari keterangan dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang menangani, luka bacok yang dialami korban cukup parah dan dalam.

"Sehingga harus kita rujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni. Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Tapi nanti kami koordinasikan lagi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara apakah ada lagi luka korban selain di dua titik tersebut," beber Anggi.

Mantan Kasat Reskrim Polres Inhil ini mengungkap, saat kejadian, korban sedang sendirian berada ruangan itu.

Pelaku lantas datang membawa sebilah kapak dan menganiaya korban.

Anggi berkata, pelaku diduga sudah merencanakan aksi sadisnya tersebut.

Pasalnya disebutkan Anggi, pelaku membawa 2 senjata tajam (Sajam) sekaligus yakni jenis kapak dan parang.

Namun yang digunakan pelaku, adalah kapak.

"Kami sekarang sedang mendalami terkait motif dan kronologinya nanti akan segera kami sampaikan ke rekan-rekan media," sebut Anggi.

Di depan ruangan IGD rumah sakit tempat korban ditangani, terlihat sejumlah aparat kepolisian berjaga.

Selain itu, ada pula perwakilan pihak kampus serta rekan-rekan korban yang juga tampak berada di lokasi.

Sementara itu, suasana di lokasi kejadian di kampus masih menyisakan jejak mencekam.

Ceceran darah terlihat jelas membasahi lantai depan ruangan ujian lantai dua bangunan, tempat peristiwa terjadi.

Area tersebut telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Bekas darah yang mulai mengering itu, menyebar di beberapa titik.

Berdasarkan pantauan, sejumlah personel kepolisian hilir mudik di sekitar lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Petugas melakukan dokumentasi, mengumpulkan barang bukti, serta memintai keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

Korban merupakan mahasiswi semester 8 asal Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Ia diserang saat bersiap melaksanakan ujian munaqosah sekitar pukul 08.00 WIB.

Pelaku secara tiba-tiba datang memasuki ruangan dengan membawa sebilah senjata tajam sejenis kapak dan langsung membacok korban beberapa kali. 

Korban berusaha menangkis serangan hingga mengalami patah pada pergelangan tangan serta luka di bagian kepala.

Beruntung petugas keamanan kampus sigap dan langsung mengamankan pelaku.

Saat diperiksa, di tas pelaku tersimpan satu senjata tajam lagi jenis parang.

Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis.

Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Santo Morlando, mengatakan pelaku telah diamankan dan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait motif.

“Pelaku sudah diamankan. Ini sekarang kita lagi olah TKP,” ujarnya.

Saat ditanyai terkait dugaan hubungan khusus antara korban dan pelaku, pihak kepolisian menyebut hal tersebut masih dalam penyelidikan.

Juru Bicara UIN Suska Riau, Rhonny Riansyah, menyatakan pihak kampus memberikan pendampingan penuh terhadap korban, termasuk bantuan pemulihan psikologis.

“Pak WR III dan Dekan tadi mengantar langsung ke rumah sakit. Tentunya UIN Suska memberikan pendampingan penuh, termasuk bantuan pengobatan psikis dan pemulihan psikologis kepada korban,” ujarnya.

Kasus ini sepenuhnya ditangani pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.