BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pasar Wadai Ramadan di Siring 0 Km, Banjarmasin saat ini jadi destinasi warga Banjarmasin yang berburu sajian berbuka puasa di bulan Ramadan. Di tengah suka cita itu, menyisakan persoalan sampah di lokasi tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, yang langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus pembersihan area pasar.
Kesadaran menjaga kebersihan dinilai masih perlu ditingkatkan, baik oleh pedagang maupun pengunjung di agenda tahunan tersebut.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki mengatakan pihaknya mengerahkan petugas kebersihan turun sekitar pukul 23.00–24.00 Wita, untuk mengangkut tumpukan sampah kemasan plastik dan sisa makanan dari aktivitas pengunjung maupun pedagang.
"Kami juga menambah ritasi (satuan pengangkutan sampah sampai ke pembuangan akhir) dan petugas, mengantisipasi peningkatan volume sampah di lokasi Pasar Wadai," jelasnya, Kamis (26/2/2026).
Ditambahkannya, persoalan ini bukan semata-mata karena volume sampah yang bertambah, namun juga menyangkut kedisiplinan seluruh pihak.
Baca juga: Dishub Kalsel Ingin Aktifkan AKDP Gantikan L300, Akan Terintegrasi Trans Banjarbakula
Baca juga: Lebih 1.000 Kendaraan Dinas di Pemkab Banjar Tunggak Pajak, Samsat Minta SKPD Segera Merespons
Ia menegaskan, pedagang wajib menyediakan wadah atau kantong sampah sendiri agar sampah dagangan tidak tercecer di area publik.
DLH Banjarmasin juga telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara Pasar Wadai Ramadan agar pengelolaan limbah bisa lebih konsisten selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, DLH memastikan standar operasional prosedur (SOP) kebersihan diterapkan.
"Kami mengimbau pedagang menaati SOP dengan menyediakan wadah sampah dan membuangnya di tempat yang telah tersedia. Pengunjung juga harus ikut bertanggung jawab. Kebersihan ini adalah tanggung jawab bersama," tekannya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menikmati ramainya Pasar Wadai Ramadan sebagai ikon kegiatan bulan suci. Namun, masyarakat juga turut menjaga kebersihan agar wajah kota tetap bersih, nyaman, dan tertib.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menuturkan pihaknya sudah meminta event organizer (EO) segera menindaklanjuti persoalan sampah itu.
"Sudah diminta ke pihak EO untuk meminta para pedagang menyediakan penampung sampah masing-masing serta membersihkan jangan sampai berhamburan," ujarnya.
Ia juga menginstruksikan petugas Disbudporapar mulai kemarin melakukan pengecekan langsung sebagai bentuk pengawasan. Bahkan, ia meminta EO tidak ragu mengevaluasi kelanjutan izin berdagang bagi tenant yang tidak mengindahkan aturan kebersihan. (Banjarmasinpost.co.id/mariana)