TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Korban meninggal dunia akibat ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, bertambah menjadi dua orang.
Salah satu korban, Abdurrahman, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (26/2/2026) setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie membenarkan informasi tersebut.
"Informasi yang kami terima korban meninggal dunia hari ini," ujarnya.
Baca juga: Ledakan Petasan Hancurkan Rumah Warga di Situbondo, 1 Tewas dan 6 Terluka
Menurut AKBP Bayu, Abdurrahman mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya akibat ledakan tersebut sehingga harus dirujuk ke RSU Jember.
"Korban sempat dirawat selama sembilan hari di rumah sakit," katanya.
Dengan meninggalnya Abdurrahman, jumlah korban jiwa dalam peristiwa ini bertambah, setelah sebelumnya satu warga bernama Supriyadi (54) meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ledakan Hebat Hancurkan 3 Rumah di Pacitan, 4 Warga Terluka
Peristiwa ledakan terjadi pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Rumah permanen milik Ummi Kulsum di Dusun Mimbo hancur diduga akibat ledakan saat keponakannya yang berinisial S merakit petasan.
Lokasi kejadian berada di kawasan permukiman padat penduduk, sehingga dentuman keras sempat mengagetkan warga sekitar.
Akibat kejadian tersebut, enam orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Mereka adalah Ummi Kulsum (60), Samsul (22), Riko (25), Pais (20), Fino (15), dan Abdur (15).
Selain itu, Supriyadi (54), warga setempat, meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk.
Aparat dan Pemkab Tinjau Lokasi
Insiden ini menjadi perhatian berbagai pihak. Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie bersama Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, turun langsung meninjau lokasi kejadian.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan korban serta melihat langsung dampak kerusakan akibat ledakan.